Dinilai Tidak Transparan, Sejumlah Saksi Tolak Tandatangani Pleno PPK Pelangiran - Arbindonesia
April 16, 2014

Dinilai Tidak Transparan, Sejumlah Saksi Tolak Tandatangani Pleno PPK Pelangiran

Bagikan..

---Tembilahan (detikriau.org) — Dinilai tidak tranparan, sejumlah saksi parpol tidak bersedia menandatangani berita acara rapat pleno penghitungan dan perekapan perolehan suara pemilu legislatif (pileg) 2014 di Kecamatan Pelangiran.
“Terus terang kita meragukan keabsahan hasil perolehan suara yang bacakan ditingkat PPK Pelangiran. Harusnya, PPk juga memperlihatkan berita acara penghitungan ditingkat Desa/Kelurahan. Bukan hanya sekedar membacakan dan memintakan tandatangan pengesahan dari saksi-saksi parpol,” Sampaikan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil, Dani M Nursalam saat dimintai komfirmasi detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, rabu (16/4/2014)
Menurut Dani, disebabkan berbagai hal, tidak semua parpol mampu untuk menyediakan saksi diseluruh TPS. akibatnya, parpol yang tidak memiliki saksi tentunya juga tidak mendapatkan dokumen model D. Oleh karenanya, sudah menjadi keharusan PPK untuk memaparkan dan membuka secara traparans dokumen model D dan plano (teli penghitungan suara di TPS. red) sebagai pembanding sebagaimana yang juga diberlakukan pada Kecamatan-Kecamatan lainnya di Inhil.
Sejumlah saksi parpol menurut Dani sudah berulang-ulang kali meminta agar PPK memperlihatkan plano dari tingkat Desa. tapi permintaan ini sama sekali tidak digubris oleh PPK padahal dokumen itu hanyalah beberapa lembar saja.
Sejauh ini ditambahkan Dani, PKB sudah meminta saksinya untuk tidak membubuhkan tandatangan hasil pleno ditingkat PPK Pelangiran. “Bukan hanya saksi kita, beberapa saksi parpol lainnya juga berkeberatan untuk membubuhkan tandatangan tanda pengesahan rapat pleno ditingkat PPK Pelangiran,” Tandas Dani.
Terkait persoalan ini, Ketua PPK Kecamatana Plangiran, Zainuddin ketika dimintakan komfiramsi oleh melalui sambungan telepon selularnya menyatakan bahwa tidak ada keharusan lagi kepada pihaknya untuk membukakan dokumen model D saat pelaksanaan pleno ditingkat PPK.
“Sebelum di PPK rapat pleno ditingkat PPS sudah dilalui. tidak ada keberatan saksi. jadi kami nilai tidak perlu dibuka lagi,” Dalih Zainuddin
Persoalan ini dikatakan Zainuddin sudah tidak ada masalah. kemaren malam, selasa (15/4/2014. red) sekira pukul 22.30 Wib sudah ada kesepakatan dari seluruh saksi parpol. “Pihak kepolisian juga ada, ini sudah tidak ada masalah, saat ini seluruh saksi sudah menyatakan bersedia menandatangani,” Kata Zainuddin.
Mendapat jawaban Zainuddin, detikriau.org kembali melakukan komfirmasi ke saksi PKB Kecamatan Pelangiran, Agus. menurutnya, sampai detik ini ia belum bersedia untuk membubuhkan tandatangan dan tidak akan pernah melakukan hal itu.
“Hasil perolehan suara yang dibacakan PPK berbeda dengan catatan hasil perolehan kita. bagaimana kita mau tandatangani. seharusnya PPK buka dokumen model D dari tingkat pps. paling tidak akan menjadi pembanding dimana letak perbedaan perhitungan kita dengan apa yang dibacakan PPK,” Sanggah Agus.
Ketua KPU Inhil, Suhaidi melalui Ketua Pokja pemilihan dan penghitungan M Dong ketika dikomfrimasi menyatakan bahwa seluruh hasil pleno ditingkat PPK sudah bisa dikatakan perolehan hasil suara sah. dengan catatan, seluruh saksi parpol sudah membubuhkan tandatangan.
“Jika masih ada saksi yang belum menyepakati tentunya akan kita buka kembali. kita pleno tingkat kabupaten pada 20 april mendatang,” Jawab M Dong. (dro)

2 thoughts on “Dinilai Tidak Transparan, Sejumlah Saksi Tolak Tandatangani Pleno PPK Pelangiran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.