POL PP Rutin Razia, Pemilik Warkop Protes, Masyarakat Mendukung - Arbindonesia
April 1, 2014

POL PP Rutin Razia, Pemilik Warkop Protes, Masyarakat Mendukung

Bagikan..

raziaTembilahan (detikriau.org) — Razia rutin yang dijalankan Polisi pamong Praja untuk menjaring PNS “Warkop” menuai pro dan kontra, pemilik usaha warung panganan protes karena pengunjung sepi namun masyarakat justru berikan dukungan.
“Dalam beberapa hari ini usaha kita sepi. pengunjung jauh menurun. biasanya setiap hari banyak PNS yang sarapan. namun sejak kerapnya razia yang dilakukan POL PP, kalaupun ada, paling-paling mereka minta dibungkuskan,” Sampaikan salah seorang pemilik usaha warung panganan di jalan Ki Hajar Dewantara kepada detikriau.org, selasa (1/4/2014)
Menurutnya, Pemerintah seharusnya tidak perlu melakukan razia. selama ini dinilainya kebanyakan pengujung dari PNS diwarungnya hanya sekedar untuk sarapan pagi. Sekedar sarapan dinilainya tidak akan berpengaruh kepada kinerja.
Rasa kekesalan juga terlontar dari pemilik usaha panganan lainnya di jalan H Said. diakuinya, setiap hari selama ini sebahagian besar pelanggannya adalah kalangan PNS. dengan adanya pelarangan PNS nongkrong diluar kantor selama jam kerja ini secara otomatis memberi pengaruh yang sangat besar kepada usaha warung miliknya. ” Bukan hanya saya, hampir semua usaha warung panganan dalam beberapa hari belakangan ini mengeluh karena berkurangnya pengunjung”, Keluhnya.
Kekesalan yang terlontar dari pemilik usaha warung panganan ini justru berbanding terbalik dengan penilaian masyarakat. Menurut Iwan, warga Tembilahan, secara pribadi ia sangat mendukung penegakan disiplin yang dijalankan pemerintah Kab inhil. Dengan adanya pelarangan ini, ia berharap para PNS dapat bekerja lebih maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kewajiban PNS adalah untuk melayani masyarakat dan itu harus dipatuhi. apapun kondisinya. sebelum adanya razia pol pp, hampir setiap hari warung-warung di TBH dipenuhi dengan PNS. bahkan ada yang hanya duduk-duduk, ngopi sambil ngobrol berjam-jam. Saya sendiri heran kapan waktu mereka untuk bekerja,” Pendapat Iwan
Menurut Iwan, pro dan kontra adalah persoalan yang lumrah. namun dari sisi manapun dinilainya apa yang dijalankan pemkab Inhil hari ini untuk merazia PNS yang berada diluar kantor saat jam kerja adalah sebuah tindakan yang tepat dan patut untuk diberikan dukungan.
“jangan hanya pandai menuntut gaji tinggi tapi kewajiban memberikan pelayanan bagi masyarakat tidak dijalankan dengan maksimal. kalau keberatan, ya berhenti aja dari PNS, masih banyak kok yang mau gantikan,” Tambah Iwan
Nani, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga mendukung kebijakan pemerintah ini. bahkan ia menyarankan agar razia tidak hanya diwarung-warung panganan.”bukan hanya diwarung, seharusnya dimanapun didapati PNS yang keluar tanpa alasan yang jelas selama jam kerja, harus diberikan sanksi. Saya sendiri kerap menyaksikan ibu-ibu dengan seragam PNS justru berbelanja dipasar. padahal masih dalam jam kerja. ini juga harus dijadikan perhatian pemerintah,” Sampaikan nani. (dro)

2 thoughts on “POL PP Rutin Razia, Pemilik Warkop Protes, Masyarakat Mendukung

  1. Ada kantor PNS jam 12 atau jam 13 orangnya udah pada hilang. Ditunggu sampe jam 14:30 orangnya tetep gak ada…kantornya udah tutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.