Berdiri Selama 12 Tahun, Pengolahan Sabut Kelapa di Kecamatan Kateman Terus Eksis - Arbindonesia
Oktober 8, 2021

Berdiri Selama 12 Tahun, Pengolahan Sabut Kelapa di Kecamatan Kateman Terus Eksis

IMG-20211008-WA0064

Foto : Cocofiber hasil olahan di Desa Penjuru, Kecamatan Kateman.

Bagikan..

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bukan hal yang tidak mungkin, pengolahan sabut kelapa yang dianggap sebagai limbah ternyata bisa mendatangkan cuan alias keuntungan.

Seperti pengolahan sabut kelapa di Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang talah beroperasi selama hampir 12 tahun dan hingga hari ini masih tetap eksis.

Mr. Adi pengelola pabrik limbah sabut kelapa di Desa Penjuru mengatakan bahwa dirinya yang memiliki 12 karyawan itu hanya mengolah sabut kelapa untuk di ambil serat sabut kelapanya saja (cocofiber) dan kemudian cocofiber yang telah sesuai dengan permintaan pasar tersebut akan di jual kepada penampung di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Yang kita kirim cuma cocofiber nya saja sama penampung di batam. Kalau orang batam diolah menjadi apa atau pun di ekspor lagi itu kita kurang tau,” kata Mr Adi saat di hubungi awak media melalui seluler, Jum’at (8/10/2021).

Selain itu, pengolahan limbah sabut kelapa ini kata Mr. Adi sudah beroperasi sejak masa orang tuanya hingga saat ini dirinya yang mengelolanya.

“Sudah cukup lama, sejak zaman orang tua saya, kira-kira 12 tahun sudah berdiri sampai saat ini,” imbuhnya.

Sedangkan untuk bahan baku sabut kelapa itu sendiri kata Mr Adi, didapatkannya dengan membeli dari petani kelapa di wilayah Kecamatan Kateman.

“Kalau peralatan kita cukup untuk pengolahan cocofiber dan cocopeat. Untuk bahan baku yang di habiskan saat produksi kita tergantung cuaca, sebab pengolahannya harus proses penjemuran dulu,” tambah Mr. Adi saat ditanyai apakah bahan baku (sabut) yang diproduksi mencapai 10 Ton perhari.

Selain itu, mengenai pengembangan usaha pengolahan limbah sabut kelapa dari bahan baku setengah jadi menjadi bahan jadi, Mr Adi mengaku belum siap untu mengarah ke hal pengembangan tersebut.

“Untuk saat ini kita belum ada arah kesana, karena butuh modal yang besar lagi. Sementara kita fokus ke pengolahan cocofiber saja dulu,” tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang diperoleh melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir bahwa di Kecamatan Kateman untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 31.622 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 11.852. 803 kilogram.

Sedangkan untuk jenis kelapa hibrida di Kecamatan Kateman tidak terdapat perkebunan kelapa jenis hibrida.

Secara statistik, Kecamatan Kateman merupakan kecamatan yang memiliki perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam paling luas setelah Kecamatan Mandah yang memiliki luas 34.343 hektar perkebunan jenis Kelapa Dalam. (Arbain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *