Tiga Cara Petani Kelapa Dalam Memanen Kelapa - Arbindonesia
Oktober 4, 2021

Tiga Cara Petani Kelapa Dalam Memanen Kelapa

Screenshot_2021_1004_001057
Bagikan..

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sudah tak asing didengar, bahwa Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merupakan kabupaten yang memiliki hamparan perkebunan kelapa paling luas di mata nasional bahkan dunia.

Hal itu menunjukkan bahwa kekayaan akan buah kelapa melalui hasil perkebunan kelapa di Inhil sangatlah melimpah.

Kendati demikian, tahukah bagaimana cara petani kelapa di Kabupaten yang tersohor dengan dengan Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini memanen buah kelapa dari pohonnya.

Dari sumber di lapangan mengenai cara Petani kelapa di Inhil memanen kalepa, terdapat 3 cara yang sering dilakukan oleh petani kelapa saat waktu panen tiba.

  1. Memanjat
    Dalam memudahkan untuk memanen buah kelapa dengan memanjat pohon kelapa, hal yang selalu dilakukan petani kelapa adalah membuat tempat pijakan atau tataran pada batang pohon kelapa.

Selain cara tersebut, memanjat dengan memanfaatkan tali tambang dan alat bantu yang lain tanpa merusak pohon kelapa. Selain itu juga adapula yang menggunakan bantuan kera atau monyet untuk memanjat kelapa, akan tetapi cara ini sangat jarang di temui di Kabupaten Inhil.

  1. Menggunakan Galah
    Cara memanen buah kelapa ini dilakukan
    dengan menggunakan sebilah bambu kering panjang yang pada bagian unjung nya disambung atau direkatkan mata pisau yang didesain khusus, dengan bentuk semacam sabit.

Metode ini adalah yang paling banyak dilakukan petani kelapa di Negeri Hamparan Kelapa (Inhil).

  1. Memungut Buah Yang Telah Jatuh
    Cara memanen ini hanya dilakukan pada buah kelapa kering yang jatuh dengan sendirinya dari pohon kelapa.

Dilansir dari Inhilframe.com Jenis panen seperti ini tentunya agak rawan dipraktekkan pada kebun-kebun yang berada jauh dari pemukiman dan keamanannya tidak terjamin.

Menurut beberapa literatur, hasil panen dari buah yang jatuh ke tanah tidak terlalu cocok sebagai bahan baku kopra atau kelapa parut kering ( desiccated coconut ) karena sudah lewat masak, tetapi masih bagus untuk bahan baku minyak kelapa murni.

Teknik panen yang disampaikan di atas berlaku secara umum hanya untuk kelapa yang diolah menjadi kopra dan minyak kelapa atau untuk dijual kembali sebagai bahan baku industri.

Selain teknik dan kriteria panen seperti di atas ada pula teknik dan kriteria panen khusus untuk pemanfaatan tertentu seperti pembuatan gula kelapa atau pemanfaatan kelapa muda sebagai salah satu alternatif minuman. (Arbain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *