Jakarta – Arah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai telah melenceng dari keinginan pendirinya yakni KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Partai politik (parpol) kaum nadhliyin itu terlalu pragmatis.
Hal ini dikatakan oleh loyalis Gus Dur, Adhie M Massardi. Menurutnya, desain PKB adalah sebagai incubator serta alat perjuangan gagasan kebangsaan Gus Dur.
Namun setelah Gus Dur ‘dihardik’ Muhaimin Iskandar cs hingga akhirnya terusir, PKB lebih kental pragmatismenya. “Hanya cari kekuasaan dan uang belaka,” tegas Adhie kepada INILAHCOM, di Jakarta, Sabtu (24/05/2014).
Gambaran pragmatisme di PKB, lanjut mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu, juga tergambar dalam dukungan terhadap Joko Widodo-Jusuf Kalla.
“Kami himbau, Gusdurian tetap menjaga nalar dan hati. Jangan gampang terpukau oleh janji yang dikemas dalam figur yang seolah-olah lugu,” tukas Adhie yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB).
Selanjutnya dia berpesan agar Gusdurian teliti sebelum menentukan pasangan capres pilihan. Jangan pilih orang-orang yang suka menghardik orang miskin dengan kebijakan sesat.
“Jauhilah orang yang begitu,” tegasnya.(*)



BERITA TERHANGAT
Prabowo Perintahkan Percepatan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah, 1,1 Juta Pekerja Terserap
Roy Suryo Geram Rismon Tak Hadir di Rakyat Bersuara Hingga Lempar Amplop
BPK Apresiasi LKPP 2025: Komitmen Akuntabilitas Kabinet Merah Putih Diuji