TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kembali, satelit NOAA, temukan 26 titik api yang tersebar diberbagai kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rabu (20/3).
Sehari sebelumnya NOAA juga menemukan sekitar 13 titik panas. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan perkebunan dengan pembakaran.
Adapun 26 titk api yang terpantau satelit NOAA, masing-masing terdapat di Kecamatan Pulau Burung 1 titik, Pelangiran 3 titik, Kateman 2 titik, Gaung. 4 titik, Batang Tuaka 3 titik, Gaung Anak Serka (GAS) 2 titik, Kempas 1 titik, Tempuling 5 titik, Mandah 2 titik, Keritang 1 titik dan Kecamatan Kemuning 1 titik.
Kepala Bidang (Kabid) Kerusakan lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil, Ardi Yusuf menyebutkan, dalam dua hari kemarin setidaknya satelit NOAA sudah berhasil memantau puluhan titik api yang tersebar diberbagai kecamatan. Terjadinya peningkatan titik api disebabkan meningkatnya suhu panas.
“Pada hari sebelumnya terdapat 13 titik api, karena panas meningkat titik api naik menjadi 26,”ungkapnya Rabu (20/3).
Lanjut Ardi, pihaknya khawatir jika suhu bumi terus meningkat akibat adanya panas yang dilahirkan oleh tata surya, maka secara otomatis titik api juga semakin mengalami peningkatan. Sebab itu, partisipasi warga sangat diharapkan dalam keadaan yang demikian.
Titik api yang terpantau satelit NOAA bisa disebabkan dua faktor yakni, terjadinya peningkatan panas namun lazimnya dikarenakan adanya pembakaran hutan maupun lahan secara sengaja oleh masyarakat.
“Langkah lain sebagai antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, kita tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Sebab, jika kebakaran terus meningkat dampaknya akan merugikan kita semua,”tukas Ardi.(dro/*1)


BERITA TERHANGAT
Rp1 juta Per Siswa, Dugaan Pungli Bermodus Sumbangan di MTs Nurul Mubtadiin Pulau Burung
Ada Pungutan Rp1juta Per Siswa, Kepala MTs Nurul Mubtadiin Sebut Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua
Meski Menerima Dana Bos, MT Nurul Mubtadiin Pulau Burung Inhil Pungut Rp1 Juta Per Siswa