Juni 16, 2024

Warga Keluhkan Anjloknya Harga Pinang

Bagikan..

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)  – Masyarakat di Kecamatan Gaung mengeluhkan anjloknya harga komuditas perkebunan seperti pinang. Jatuhnya harga pinang cukup tinggi, dari Rp 7.000/kg beberapa waktu lalu, belakang ini harga jual pinang dipasaran hanya Rp 2.500/kg. Akibatnya, masyarakat enggan untuk memanen pinang mereka.
Seperti yang dituturkan Husin warga Desa Gembira, Rabu, (9/11). Kejatuhan harga pinang mulai  terjadi paska berlangsungnya Porda ke VII Riau yang berlangsung di kota Tembilahan beberapa waktu lalu. Padahal sebelumnya harga pinang dinilainya sangat menjanjikan dan sangat menolong perekonomian petani.

“Tapi sekarang terjadi kejatuhan harga pinang cukup tinggi. Akibat kejatuhan harga pinang, petani agak enggan untuk memanen pinang mereka,” kata Husin menjelaskan.

Padahal menurutnya, saat harga pinang mencapai Rp 7.000/kg sangat membantu perekonomian petani di kawasan tersebut. Sebab bagi mereka yang memiliki kebun pinang cukup luas, hasil yang mampu diperoleh saat panen sangat lumayan. Tapi belakangan ini, akibat kejatuhan harga, penghasilan petani jauh menurun.

Bukan hanya petani  yang merasakan dampak dari jatuhnya harga, tapi penampung pinang juga merasakan imbasnya. Karena sebelumnya penampung membeli dengan harga yang cukup tinggi. Akibat kejatuhan harga, nilai jual kepenampung yang lebih besar di Tembilahan jadi tidak sesuai.

“Saat kita membeli dari petani mencapai Rp 5.000/kg. Tapi sekarang tokeh di Tembilahan mengambil dengan harga di bawah pembelian kita, terus terang saya merasa pusing memikirkan persoalan tersebut,” terang Hasri salah seorang penampung pinang yang ada di Kecamatan Gaung.

Akibatnya pinang yang telah ia beli dari petani beberapa waktu yang lau, terpaksa ia simpan di dalam gudang, menunggu harga pinang kembali stabil baru akan dijual kembali. “Itu ada sekitar 5 ton pinang yang sekarang saya simpan di gudang,” ujarnya. (Njd)