Ketum HMI Medan Harap Pemerintah Mampu Berikan Solusi Pendidikan di Pelosok Negeri - Arbindonesia
Mei 1, 2021

Ketum HMI Medan Harap Pemerintah Mampu Berikan Solusi Pendidikan di Pelosok Negeri

IMG-20210502-WA0000

Ketua umum (ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Medan, Rizki Rahayu Fitri .

Bagikan..

ARBIndonesia.com, MEDAN – Ketua umum (ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Medan, Rizki Rahayu Fitri berharap pemerintah mampu berikan solusi pendidikan di pelosok negeri.

“Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia tentu merasa prihatin melihat konsep pendidikan yang dibangun saat ini tidak merata, padahal memperjuangkan agar generasi Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang layak tersebut bukanlah mudah, mungkin seperti itu ucapnya jikalau ia masih bernyawa,” papar Rizki Rahayu Fitri, Sabtu (1/5/2021).

Menurut Ketum HMI ini, bahwa semboyan pendidikan yang ia (Ki Hajar Dewantara) bangun mengenai, Ing Ngarso Sung Tolodo, Ing Madiya Mangun Karso serta Tut Wuri Handayani terus bergumam di Indonesia, tetapi praktiknya ini tidak sesuai harapan.

“Pemerataan pendidikan hingga abad 21 ini belum ada tampak kejelasan dari pemerintah pusat dan daerah. Kendala yang dihadapi masih serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, artinya bahwa belum ada pemerintah yang berhasil menyelesaikan kendala tersebut,” imbuh Rizki Rahayu Fitri

Ditambah bonus saat ini mengenai virus yang mewabah sebagai PR bagi pemerintah agar bekerja semaksimal mungkin untuk menganulir 20 persen APBN pendidikan di Indonesia juga tidak terselesaikan.

“Pendidikan pasca new normal akibat covid-19 memang sebuah solusi untuk memudahkan masyarakat yang hidup di kota dan lebih modern, tetapi juga sebuah malapetaka bagi yang jauh dari akses seperti yang dirasakan masyarakat yang berada di kota,” tuturnya.

Kendati demikian kata Rizki Rahayu Fitri, timbulah kesenjangan sosial bahwa mayarakat di kota lebih sedikit cerdas dibanding yang di pedesaan, sebab pembelajaran via virtual ini membutuhkan banyak biaya.

“Setiap pelajar baik mahasiswa dan siswa diwajibkan memiliki laptop dan android serta kuota dan jaringan yang baik agar bisa mengakses pembelajaran. Hal ini belum bisa diperoleh bagi masyarakat yang ekonominya kebawah,” katanya.

Lanjutnya, melihat akses perekonomian diberi izin untuk dibuka, seperti bioskop, mall, wisata dan lain-lain yang mengundang penyebaran virus corona dapat beroperasi kembali. Kenapa dunia pendidikan tidak diizinkan, padahal yang paling krusial ialah pendidikan dilaksanakan secara face to face. Impact dari pendidikan ditutup membuat mahasiswa dan siswa menjadi malas berpikir.

“Maka yang sangat diharapkan peringatan hari pendidikan nasional tahun ini adalah terobosan dan solusi untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pemerataan fasilitas di pelosok-pelosok desa,” akhirnya.

Editor Arb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *