25 April 2026

Dimasanya Pembangunan Tak Selesai, Mantan Wabub Inhil Malah Sebut Melaksanakan Pembangunan Jembatan Parit 16 Reteh Semua Orang Bisa

H Samsudin Uti, Dok Net.

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Mantan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2018-2023, H Samsudin Uti terkesan menganggap enteng alias mudah bagi seorang pemimpin dalam melaksanakan proses pembangunan infrastruktur khususnya jembatan jembatan di Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh.

Hal itu terlihat dalam pernyataannya yang dimuat dalam media koran nusantara.id dengan judul “Abah SU Juga Ikut Berjuang terhadap Pembangunan Infrastruktur di Inhil”.

H Samsudin Uti yang juga merupakan salah satu Bakal Calon Bupati Inhil pada pilkada mendatang, ia menyebutkan bahwa yang berat dalam pembangunan jembatan tersebut ialah memperjuangkan anggarannya, namun jika hanya melaksanakan semua orang bisa.

“Kan 2024 telah kami anggarkan, Pak Pj. Bupati saat ini Pak Herman kan tinggal laksanakan saja, yang berat itu memperjuangkan penganggarannya, ya kalau melaksanakan semua orang Insya Allah bisa semua, maka saya berharap jembatan ini harus selesai, Pak Herman Pasti Bisa melaksanakannya, kasian masyarakat kalau tidak selesai juga,” ujarnya SU dalam pernyataan yang dikutip dari media koran nusantara.id, Sabtu (22/6)2024).

Selain itu, SU juga menyebutkan selain pembangunan jembatan yang dianggarkan dimasa kepemimpinanya bersama HM Wardan, anggaran juga dikucurkan untuk pembangunan Jalan sepanjang 1,6 KM di Kecamatan Reteh.

Diketahui pembangunan jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh itu telah dimulai pengerjaannya sejak Oktober 2022 lalu. Namun sangat disayangkan hingga masa jabatan SU sebagai Wakil Bupati berakhir pada November 2023 lalu pembangunan jembatan itu tidak selesai pengerjaannya.

Seperti yang diungkapkan narasumber kepada media ARB INdonesia, jika bercerita tentang penganggaraan, sebagai contoh ruas jalan Pulau Kijang-Sanglar itu sudah dianggarkan sejak tahun 2015 dan 2016, harusnya di tahun 2017 jalan itu sudah bagus, Sabtu (23/6/2024).

“Tapikan faktanya, ditambah satu periode Samsudin Uti sebagai Wakil Bupati (2018-2019) ruas jalan Pulau Kijang-Sanglar juga tidak selesai pengerjaannya (terbengkalai-red). Ditambah lagi dengan pembangunan jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh yang juga tidak selesai dimasa beliau,” ungkanya menanggapi soal pernyataan SU soal melaksanakan pembangunan infrastruktur itu semua orang bisa, yang sulit memperjuangkan anggarannya.

“Hari ini yang menjadi persoalannya adalah pelaksana nya yang tidak mampu menyelesaikan. Maka yang diperlukan sekarang itu bagaimaan pemimpin juga harus mampu memenej (mengatur-red) baik dari penganggarannya sampai proses pengerjaannya. Sehingga pelaksana proyek akan berkerja dengan baik, fokus, serius sehingga pekerjaan itu bisa tuntas,” tutup sumber yang meminta untuk tidak disebut identitasny.

Untuk diketahui, Pj Bupati Inhil H Herman terus berkomitmen dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di Inhil, salah satunya pembangunan Jembatan Parit 16 Kecamatan Reteh yang saat ini telah dimulai proses pengerjaannya. (Arb)

error: Content is protected !!