Bidan Desa dan Kader Posyandu Diminta Sosialisasikan Pentingnya Wujudkan Kelurahan dan Desa Siaga Aktif - Arbindonesia
Mei 13, 2015

Bidan Desa dan Kader Posyandu Diminta Sosialisasikan Pentingnya Wujudkan Kelurahan dan Desa Siaga Aktif

Bagikan..
Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen memberikan sambutan dan penyampaian materi pada sosialisasi kelurahan dan desa siaga aktif
Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen memberikan sambutan dan penyampaian materi pada sosialisasi kelurahan dan desa siaga aktif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh bidan desa dan kader posyandu di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk turut mensosialisasikan pentingnya mewujudkan keberadaan kelurahan dan desa siaga aktif.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen usai menghadiri sosialisasi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kelurahan dan desa siaga aktif, Rabu (13/5/2015).

Foto bersama usai sosialisasi kelurahan dan desa siaga aktif
Foto bersama usai sosialisasi kelurahan dan desa siaga aktif

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Hulu ini, diikuti 40 peserta yang terdiri dari bidan desa dan kader posyandu, serta dihadiri perwakilan Dinkes Inhil lainnya, yakni Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan, Suharyani beserta staf, Rini Indriyani MKes dan Masnaria SKm.

Dikatakan Matzen, sosialisasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat kelurahan dan desa yang peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatannya.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini, diharapkan para peserta mampu memberikan informasi dan ilmu yang telah didapat kepada minimal 10 Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah kerjanya masing-masing, khususnya tentang pentingnya kelurahan dan desa siaga aktif,” kata Matzen.

Adapun materi yang diberikan kepada para peserta saat itu, diantaranya mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kebersihan lingkungan, kerjasama masyarakat dengan petugas kesehatan dalam penanganan masalah kesehatan lingkungan, serta kepedulian masyarakat untuk mengembangkan arisan tabungan ibu bersalin.

Selain itu, juga diberikan materi tentang pendataan pendonor darah aktif sesuai golongan, membuat ambulance desa, merujuk atau membawa jika ada ditemukan keluarga atau masyarakat yang sakit ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, dan siap siaga jika terjadi bencana atau wabah di wilayah kerjanya.(adi/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *