Atasi Banjir di Inhil, Bung YPS : Bukan Sekedar Jemput Dana Pusat, Tapi Sepakati Dulu Sebabnya - Arbindonesia
Maret 11, 2022

Atasi Banjir di Inhil, Bung YPS : Bukan Sekedar Jemput Dana Pusat, Tapi Sepakati Dulu Sebabnya

IMG-20220311-WA0093

Praktisi Hukum, Yudhia Perdana Sikumbang

Bagikan..


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Praktisi Hukum Yudhia Perdana Sikumbang (YPS) kembali menyoroti persoalan dalam mengatasi banjir yang menggenangi jalan di sebagian Kota Tembilahan yang disebabkan air pasang dan curah hujan tinggi.

Menurutnya, dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini bukan hanya sekedar harus menjemput dana pusat untuk melakukan pembangunan drainase. Akan tetapi, harus dispesifikasikan dulu penyebabnya.

“Bukan hanya menjemput dana, tapi harus disepakati dulu penyebab banjir apakah drainase yang tidak jalan, ataukah anak sungai atau parit yang sudah dangkal?,” kata Praktisi Hukum yang sering di sapa Bung YPS, Jum’at (11/3/2022) melalui pesan WhatsApp kepada ARB INdonesia.

Lanjutnya, setelah duduk penyebabnya disepakati berdasarkan hasil analisa dan kajian dari ahlinya baru memutuskan arah solusi tindakan, baik itu untuk jangka panjang, menengah hingga jangka pendek.

“Apakah solusinya hanya pembangunan drainase?, atau dibentuk Perda Drainase untuk pengawasan, pemeliharaan seperti intruksi Permen PUPR nomor 12 tahun 2014,” katanya.

“Pemahaman saya, ini yang harus digesa untuk dijadikan Perda terlebih dahulu, karna aturan ini berbicara bagaimana mengelola Drainase, pemeliharaan, pengawasan dan lainnya,” tambah YPS.

Mengenai persoalan penangan banjir ini tambah Yudhia, Pemkab Inhil harus bijak jangan sampai blunder apalagi jika berwacana untuk mengatasinya dengan membangun drainase ulang.

“Sementara parit yang menuju kesungai tidak dikeruk, ditambah tidak adanya produk hukum yang mengatur menyoal pengelolaan pemeliharaan dan pengawasan terhadap sistem drainase,” imbuh Praktisi Hukum YPS.

“Bukan persoalan jemput dana pusat, ini tentang pemeliharaan,pengawasan, pengelolaan drainase, anak sungai di kota tembilahan,” akhirinya. (Arbain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *