Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Reuters
ARB INdonesia, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya tidak akan meninggalkan Suriah sampai negara-negara lain mundur dari wilayah itu.
Sebelumnya Ankara melanjutkan ofensif lintas-perbatasannya terhadap para pejuang Kurdi sampai mereka sepenuhnya meninggalkan daerah tersebut.
Turki melancarkan serangan militer ketiganya ke timur laut Suriah bulan lalu untuk mengusir kelompok bersenjata Kurdi YPG dari perbatasannya dan membangun “zona aman” di mana negara itu bertujuan untuk memukimkan kembali hingga dua juta pengungsi Suriah.
Setelah merebut 120 km (75 mil) tanah di sepanjang perbatasan, Turki membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Rusia untuk mempertahankan YPG, yang oleh Ankara disebut sebagai “teroris” karena hubungannya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berbasis di Turki yang dilarang keluar dari daerah itu.
- Sidang Dugaan Penggelapan Mobil Xenia: SR Akui Mengetahui Tiga Kali Surat Somasi, Namun Tidak Membaca Keseluruhannya
- Sinergikan Tata Kelola Aset dan Pinjaman Daerah, Pemkab dan DPRD Rohul Berkonsultasi ke BPKP Riau
- Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Inhil, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
- Dua Utusan ITBRP Raih Penghargaan Khusus Di Grand Bujang Dara Kota Dumai 2026.
- Malam Puncak Grand Final Bujang Dara Dumai 2026 Pukau Ratusan Warga Di Taman Bukit Gelanggang,Berikut Nama-Nama Pemenang.
Berbicara kepada wartawan Erdogan mengatakan Turki hanya akan meninggalkan Suriah setelah negara-negara lain juga pergi. Ia menambahkan bahwa serangan Turki akan berlanjut sampai semua pasukan Kurdi meninggalkan daerah itu.
“Kami tidak akan berhenti sampai setiap teroris terakhir meninggalkan wilayah ini,” kata Erdogan dilansir dari Al Jazeera, Sabut, (09/11/2019) merujuk pada YPG, komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS.
“Kami tidak akan pergi dari sini sampai negara-negara lain keluar,” katanya seperti dikutip oleh stasiun televisi NTV.
Ankara mulai ofensif setelah Trump mengumumkan penarikan tiba-tiba 1.000 tentara AS dari Suriah utara bulan lalu. Presiden AS sejak itu mengatakan bahwa beberapa pasukan akan terus beroperasi di wilayah tersebut.
Di bawah kesepakatan dengan Washington dan Moskow, Ankara menghentikan serangannya dengan imbalan penarikan para pejuang YPG dari “zona aman” yang direncanakan. Sementara para pejabat AS dan Rusia mengatakan para pejuang Kurdi telah meninggalkan wilayah itu, Erdogan pada hari Kamis menuduh Rusia dan AS tidak memenuhi bagian mereka.
Sebagai hasil dari kesepakatan Ankara dengan Moskow, pasukan Turki dan Rusia telah mengadakan patroli bersama di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah.
Selama patroli ketiga pada hari Jumat, seorang pemrotes Suriah tewas ketika ia ditabrak oleh kendaraan militer Turki, menurut pasukan Kurdi dan kelompok pemantau perang.
Peristiwa itu terjadi ketika kendaraan melewati kerumunan orang yang memprotes patroli bersama. Seorang juru bicara SDF mengatakan pasukan Turki telah menggunakan gas air mata terhadap beberapa demonstran sipil.
Kementerian pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa patroli ketiga selesai sesuai rencana sepanjang rute 88 km (54,7 mil) di sepanjang bagian perbatasan paling timur dari perbatasan pada kedalaman 10 km (6,2 mil).
Sumber Sindonews com
- https://makassar.sindonews.com/read/34311/1/erdogan-sebut-turki-tetap-di-suriah-sampai-negaranegara-lain-mundur-1573261903



BERITA TERHANGAT
Dubes RI Mesir : 69,81 Persen Ekspor Indonesia ke Mesir Didominasi Produk Pangan Halal
Dinilai Sebagai Otak Dibalik Serangan 7 Oktober, Yahya SinwarJadi Orang Nomor 1 yang Ditarget Israel
Sri Lanka Bangkrut, 8 Negara Ini Terancam Ikut Bangkrut, Bagaimana dengan Indonesia?