26 Juli 2026

Awan Duka di Bumi Lancang Kuning: Sang Pemimpin Bangsa Orang Laut, Dr. Haryono Bijawangsa, Berpulang

Bagikan..
image_pdfimage_print



ARBindonesia.com, PEKANBARU – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka mendalam menyelimuti Provinsi Riau. Sosok akademisi muda, aktivis gigih, sekaligus penyambung lidah masyarakat pesisir, Dr. Haryono Bijawangsa, M.Pd telah mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis pagi (23/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.

Kepergian sosok yang menjabat sebagai Presiden Bangsa Orang Laut (Suku Duano) Sedunia ini mengejutkan banyak pihak. Selain dikenal sebagai akademisi yang mendedikasikan dirinya sebagai dosen di Universitas Riau (UNRI), almarhum juga merupakan tokoh pemuda asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang aktif di kepengurusan Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Pekanbaru.

Diduga Kelelahan di Tengah Padatnya Pengabdian

Meski penyebab pasti kematian belum dikonfirmasi secara medis, informasi awal dari pihak keluarga mengindikasikan bahwa almarhum meninggal dunia akibat kelelahan hebat usai menjalani deretan aktivitas pengabdian yang padat.

Kabar lelayu ini pertama kali tersiar melalui jejaring WhatsApp sekitar pukul 08.33 WIB, disampaikan langsung oleh Ketua Umum KKIH Pekanbaru, Dr. Hj. Nurlia, S.H., M.H. Dalam hitungan menit, pesan belasungkawa dan doa mengalir deras dari berbagai kalangan, mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Isak Tangis dari Kejauhan

Saat dikonfirmasi via telepon dari Jakarta, Nurlia tak mampu menahan rasa kehilangan yang mendalam. Dengan suara bergetar dan nada parau menahan tangis, mantan Anggota DPR RI tersebut mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi bagi masyarakat.

“Atas nama keluarga besar KKIH Pekanbaru, kami mengucapkan belasungkawa yang sangat dalam. Kami betul-betul merasa kehilangan adinda Haryono. Selain aktif di KKIH, beliau adalah Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia dan dosen UNRI yang sangat berdedikasi,” tutur Nurlia dengan nada emosional, Kamis (23/7/2026) dilansir dari kilkmx.

Sembari terisak, Nurlia juga menyampaikan amanah khusus dari pihak keluarga almarhum untuk memohonkan pintu maaf setulus-tulusnya kepada seluruh kerabat dan masyarakat yang mengenal almarhum semasa hidupnya.

Penghormatan Terakhir

Dari RS Awal Bros Sudirman, jenazah almarhum langsung dibawa menuju rumah duka di Kompleks Grand Delima Residence, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) tak jauh dari kediamannya.

Kepergian Dr. Haryono tak hanya meninggalkan duka bagi Riau. Gelombang ucapan belasungkawa dan doa terus berdatangan dari para kolega dan tokoh masyarakat lintas wilayah—mulai dari Aceh, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, hingga daerah lainnya di Nusantara.

Selamat jalan, Dr. Haryono Bijawangsa. Dedikasi, pemikiran, dan Perjuanganmu untuk masyarakat pesisir akan terus menginspirasi. Alfatihah. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Arb)