14 September 2026

Bupati Inhil Tinjau Pengerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Suhada II

Bagikan..
image_pdfimage_print




ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres pengerjaan proyek rekonstruksi Jalan Suhada II yang berlokasi di Kecamatan Tembilahan Hulu, Minggu (13/9/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan bahwa pengerjaan proyek fisik tersebut berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan, sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

Di sela-sela peninjauannya, H. Herman menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Suhada II dilaksanakan secara bertahap. Kebijakan ini harus diambil oleh Pemerintah Inhil mengingat adanya keterbatasan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak memadamkan komitmen pemerintah daerah untuk terus membenahi infrastruktur dasar di wilayah Inhil secara berkelanjutan.

“Pembangunan jalan ini memang kita lakukan secara bertahap karena menyesuaikan dengan kondisi APBD kita. Namun, kita akan terus mengupayakan agar pembangunan Jalan Suhada II ini tetap berlanjut hingga tuntas. Tidak hanya di sini, pola pembangunan dan pembenahan akses jalan serupa juga terus kita dorong di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir,” ujar H. Herman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini memiliki nilai strategis dalam jangka panjang. Akses Jalan Suhada II nantinya akan dikoneksikan secara langsung dengan jalur yang ada di area Kantor Camat Tembilahan Hulu. Langkah integrasi jalur ini difungsikan sebagai skenario mitigasi dan antisipasi jika terjadi kondisi darurat di wilayah tersebut.

“Kawasan kita memiliki titik-titik yang cukup rawan bencana alam, terutama tanah longsor. Jika sewaktu-waktu akses jalan utama terputus akibat longsor, maka Jalan Suhada II ini dapat langsung difungsikan sebagai jalan alternatif. Dengan begitu, arus mobilitas warga, distribusi barang, dan aktivitas perekonomian masyarakat tidak akan lumpuh,” jelasnya.

Guna menjaga kelangsungan fungsi infrastruktur yang tengah dibangun, Bupati juga memberikan pesan khusus mengenai pentingnya rasa memiliki dari seluruh lapisan masyarakat.

Ia menekankan bahwa daya tahan dan usia pakai jalan tidak semata-mata menjadi beban pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif warga dalam menjaga dan mengawasinya. Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah kepatuhan terhadap tonase kendaraan yang melintas.

“Agar usia pakai jalan ini bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak, masyarakat harus ikut mengawasi. Jika ketahanan jalan ini didesain maksimal untuk daya angkut 8 ton, maka batas maksimal kendaraan yang lewat benar-benar harus 8 ton, tidak boleh lebih. Kedisiplinan dalam mematuhi aturan tonase ini sangat penting demi kepentingan bersama,” tegas Bupati.

Mengakhiri peninjauannya, H. Herman berharap seluruh proses pengerjaan rekonstruksi Jalan Suhada II dapat terus berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ia menaruh harapan besar agar rampungnya proyek ini kelak mampu memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran transportasi, peningkatan keselamatan berkendara, serta mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Tembilahan Hulu dan sekitarnya. (Arb)