Waspadai Anak yang Sering Mimpi Buruk - Arbindonesia
Maret 12, 2014

Waspadai Anak yang Sering Mimpi Buruk

Bagikan..

mimpi-buruk-bisa-mengganggu-mental-anak-jika-terjadi-terus-menerus-_140304085251-100COVENTRY — Hati-hati, mimpi buruk yang berkelanjutan pada anak-anak bisa menjadi peringatan dini untuk masalah gangguan mental atau psikologis. Para peneliti telah merilis kemungkinan ini dalam sebuah jurnal.
Sebagian besar anak memang pernah mengalami mimpi buruk. Ada yang hanya sekedar mimpi dan menyebabkan ketakutkan hingga  yang merasakannya seperti teror sehingga mereka menjerit-jerit dan meronta ketika tidur.
Mimpi buruk adalah wajar, namun jika terjadi terus-menerus maka dapat menjadi tanda sesuatu yang lebih serius. Badan amal YoungMinds mengatakan penelitian ini penting untuk mendeteksi tanda awal penyakit mental.
Lucie Russell, direktur kampanye di YoungMinds mengatakan hal ini penting untuk melakukan pencegahan sehingga tidak terjadi di masa depan.
Sekitar 6.800 anak berusia maksimal 12 tahun diikutsertakan dalam studi.
Orang tuanya secara teratur diminta untuk bertanya pada anak apakah mereka memiliki masalah tidur. Kemudian anak-anak diminta bercerita tentang pengalaman psikologinya seperti merasakan halusinasi, delusi atau berpikir tentang orang-orang yang penting dalam hidup mereka.
Hasil penelitian menunjukan bahwa anak mengalami mimpi buruk  pada beberapa keadaan. Namun, 37 persen orang tua melaporkan anak mereka bermimpi buruk secara berkelanjutan hingga beberapa tahun.
Satu dari 10 anak dilaporkan mengalami teror malam antara usia tiga hingga tujuh. Tim peneliti dari Universitas Warmick, Coventry, Inggris, mengatakan mimpi buruk jangka panjang dikaitkan dengan resiko yang lebih tinggi dari masalah kesehatan mental di kemudian hari.
Sekitar 47 dari setiap 1.000 anak memiliki beberapa bentuk kelainan psikologi. Prof Dieter Wolke, salah satu peneliti mengatakan kepada BBC mimpi buruk relatif umum terjadi. ”Itu sebenarnya cukup normal, tetapi jika terus terjadi maka mungkin ada sesuatu yang lebih serius tentang hal itu,” katanya.
Salah satu teori yang menghubungkannya adalah pengalaman traumatik yang terjadi pada anak. Bisa dalam bentuk intimidasi, bullying, dan kejadian traumatis lainnya. Cara kerja otak beberapa anak-anak adalah menghubungkan apa yang terjadi pada mereka. Tapi ada batas-batas dimana mereka tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak nyata, atau saat tidur dan terjaga.
Ini berarti mengobati masalah tidur tidak dapat mencegah peristiwa psikotik. Prof Wolke mengatakan tidur rutin dan berkualitas adalah salah satu kunci untuk mengatasi mimpi buruk. ”Biasakan kebersihan saat tidur, sangat penting bagi mereka untuk memiliki lebih banyak tidur yang teratur, menghindari kecemasan, menonton film sebelum tidur, atau bermain komputer di malam hari,” kata dia.
Lucie mengatakan intervensi dini sangat penting untuk membantu menghindari anak-anak menderita karena penyakit mental yang bercokol.(*)
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/humaira/ibu-anak/14/03/04/n1w2kc-waspadai-anak-yang-sering-mimpi-buruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.