21 Juli 2026

Wasit Dijadikan Jualan untuk Kenaikan Harga Tiket! Mengintip Bobroknya Pesta Rakyat Berganti Jadi ‘Pesta Cuan’ di Bupati Cup Inhil

Bagikan..
image_pdfimage_print


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Final Bupati Cup Inhil yang semestinya menjadi pesta rakyat pada Mild Inhil ke-61 tahun kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Harga tiket yang melonjak hingga dua kali lipat membuat atmosfer meriah bergeser menjadi kontroversi.

Di lapangan, masyarakat merasa dikecewakan. Banyak penonton yang sebelumnya antusias kini harus berpikir ulang. “Kami ingin menonton, tapi harga tiket sudah tidak masuk akal. Pesta rakyat jadi pesta cuan,” keluh seorang warga.

Fenomena ini menimbulkan kesan bahwa olahraga rakyat telah dikomersialisasi. Alih-alih mempererat kebersamaan, kebijakan ini justru menimbulkan jurang antara panitia penyelenggara dan masyarakat.

Kini, sorotan publik bukan hanya pada siapa yang akan mengangkat trofi juara, tetapi juga pada siapa yang paling diuntungkan dari lonjakan harga tiket.

Final Bupati Cup Inhil pun terkesan berubah menjadi panggung kontroversi. Pesta rakyat dalam perayaan Milad Inhil yang kehilangan ruhnya, berganti wajah menjadi pesta cuan.

Disalah satu media, Ketua PSSI Kabupaten Indragiri Hilir, Yusrizal,
berdalih bahwa kenaikan harga tiket diperlukan untuk menutup biaya mendatangkan wasit liga dan pembiayaan lainnya.

“Keputusan penetapan harga tiket final ini diambil setelah melalui koordinasi bersama seluruh stakeholder. Jadi bukan keputusan sepihak dari panitia maupun PSSI,” ujar Yusrizal kepada BualBual.com, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, panitia mempertimbangkan berbagai kebutuhan agar partai final dapat berlangsung aman, tertib, dan berkualitas.

Salah satu pertimbangan utama adalah menghadirkan perangkat pertandingan terbaik, termasuk wasit berlisensi yang berpengalaman memimpin laga di kompetisi level nasional.

“Kami juga memperhatikan kondisi yang ada. Pada partai final ini kami menghadirkan wasit yang biasa bertugas di kompetisi skala liga, sehingga tentu membutuhkan biaya operasional yang lebih besar dibanding pertandingan sebelumnya,” jelasnya di kutip dari Bualbual.com.

Namun, alasan ini justru memantik tanda tanya besar, apakah benar demi kualitas pertandingan, atau ada kepentingan lain yang lebih menguntungkan pihak tertentu?

Dari penelusuran dan sumber terpercaya arbindonesia.com, mengungkapkan bahwa dalih Ketua PSSI Inhil dalam menaikan harga tiket diperlukan untuk menutup biaya mendatangkan wasit level nasional adalah sesuatu yang memalukan.

Menurutnya, mendatangkan wasit berlisensi sama sekali tidak berkaitan dengan pembiayaan dari kenaikan harga penjualan tiket. Karena segala bentuk pembiayaan sepenuhnya telah dikeluarkan, mulai dari hadiah utama, doorprize, hingga mendatangkan wasit berlisensi.

“Ya heran saja..! padahal pembiayaan seluruhnya telah ditanggung oleh (M), termasuk mendatangkan wasit berlisensi dari pekanbaru 3 orang,” tutur sumber ARBindonesia.com, Sabtu (18/7/2026).

Hingga berita ini ditayangkan, Ketua PSSI Kabupaten Indragiri Hilir, Yusrizal belum menanggapi upaya konfirmasi yang awak media lakukan. (Redaksi)