
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pecinta Alam (PA) se-Provinsi Riau gelar aksi damai di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan melakukan aksi teaterikal di sejumlah jalan protokol di kota Tembilahan, Senin (4/5/2015).
Menurut Ketua Mapala Unisi Tembilahan Roma Irama, kondisi alam di Kabupaten Inhil ini sudah sangat memprihatinkan, salah satunya air tawar berubah jadi rasa asin.

Selain itu katanya, banyak lagi kondisi kerusakan alam lainnya yang tidak terjagakan oleh penghuni negeri ini. Diajaknya kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam ini agar tidak menimbulkan efek yang bisa merugikan masyarakat itu sendiri.
“Terutama pada penghijauan, kami dari pecinta alam se-Riau mengajak kepada semua kalangan, baik kepedulian dari pemerintah maupun kontribusi dari masyarakat setempat untuk bersama-sama memelihara alam lingkungan ini,” katanya.
Waktu itu, puluhan para pecinta alam Riau ini sempat membuat arus lalu lintas macet di perempatan jalan M Boya, hal ini dikarenakan sejumlah massa tersebut menyempatkan untuk memerankan atraksi bagaimana ekosistem alam yang dirusak oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
Dapat dimaknai, saat ini pengrusak lingkungan terus terjadi. Namun jika semua komponen bersatu, maka alam akan dapat terjaga dan terpelihara dengan baik.(mirwan)



BERITA TERHANGAT
Coffee Morning Bersama Insan Pers, Kapolres Inhil Sosialisasikan Program Perlinsos Digital
Relokasi 1.153 Pedagang Pasar Yos Sudarso Tembilahan, Pemda Inhil Pastikan Seluruhnya Dapat Tempat
Mengurai Benang Kusut Tapal Batas, Konflik Desa Pungkat dan Belantak Raya Butuh Ketegasan Pemkab Inhil