Juni 15, 2024

MENJELANG AKHIR 2011, INHIL BARU DITEMUI 40 KASUS SUSPECT DBD

Bagikan..

Malaria dan Filariasis, Inhil juga sebagai daerah Endemis

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Hingga akhir November 2011, kasus penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Inhil hanya ditemui sebanyak 40 kasus dan masih dalam kategori suspect DBD. Sebagai daerah endemis, jumlah penderita ini masih dalam angka wajar. Disamping DBD, dua kasus menular lainnya yang penularannya berasal dari binatang adalah penyakit malaria dan Filariasis (Kaki gajah. Red). Ketiga penyakit ini disebarkan melalui gigitan hewan sejenis nyamuk.

“Untuk kasus DBD, ada empat daerah di Inhil yang kini menjadi pantauan Diskes yakni, Kecamatan Keritang, Reteh, Teluk Pinang dan Kempas Jaya. Namun hingga menjelang akhir 2011, kita baru temui 40 kasus dan itupun sebahagian besar masih dalam kategori suspect DBD.”Ujar PLT Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kab. Inhil, Rasul Alim ketika dikomfirmasi, selasa (29/11/2011).

Dijelaskan Rasul, sebagai daerah endemis, kalau memang ada timbul kasus masyarakat yang terserang DBD, itu memang wajar asalkan jumlahnya tidak signifikan.”daerah kita memang menjadi habitat hewan yang menjadi penyebab penyebaran penyakit ini. Jadi kalau memang terdapat beberapa kasus setiap bulannya, tentu ini wajar. Yang perlu kita lakukan adalah terus melakukan pengawasan dan pantauan apakah ada peningkatan secara signifikan jumlah penderita setiap bulannya.  Upaya lainnya untuk meminimalisir terjangkitnya penyakit ini adalah dengan melakukan himbauan kepada masyarakat untuk turut secara bersama-sama menjaga kebersihan dan apabila ada masyarakat yang terserang penyakit DBD ini untuk segera melaporkan dan memeriksakan diri ditempat pelayanan kesehatan masyarakat setempat.” Ujar Rasul.

Ditambahkan Mantan Direktur RSUD Puri Husada ini lebih jauh, Untuk Kabupaten Inhil, disamping DBD, masih ada 2 jenis penyakit menular lainnya yang penyebarannya juga terjadi melalui perantara hewan. Yaitu, penyakit malaria dan filariasis. Untuk Filariasis atau  lebih dikenal dengan sebutan penyakit kaki gajah ini, sudah terdata sebanyak 125 kasus.” Saya sudah mengunjungi langsung salah satu penderitanya  di Teluk Pinang. Jadi ketiga jenis penyakit menular ini, sejak dulu Kabupaten Inhil sudah menjadi daerah endemis. Ketiga penyakit ini ditularkan melalui perantara hewan sejenis nyamuk. Jadi untuk melakukan pencegahan, salah satu upayanya seperti misalnya secara berkala melakukan kegiatan gotong royong dan sifatnya gotong royong ini memang dikhususkan pada sasaran tepat-tempat yang menjadi tempat bersarang dan berkembang biaknya induk semang ketiga penyakit menular ini,” Pungkas Rasul mengakhiri. (fsl)