Juli 18, 2024

Masyarakat Kalsel Siap 250 Perahu untuk Blokade Pengiriman Batu Bara

Bagikan..

BANJARMASIN — Masyarakat Kalimantan Selatan mengisyaratkan untuk serius menyiapkan pemblokadean tongkang angkutan batu bara, agar tidak keluar dari Pulau Kalimantan.

Tak mau dianggap gertakan saja, sejumlah elemen masyarakat di Kalsel sudah menyiapkan perahu dan sampan bermesin untuk menutupi sungai yang menjadi alur lalu lintas tongkang pengangkut batu bara.

Pemblokadean itu merupakan bentuk dukungan kepada empat gubernur di Pulau Kalimantan yang akan menyetop pengiriman batubara ke luar Kalimantan.

Langkah para gubernur se-Kalimantan itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah pusat yang menambah quota BBM untuk merespon krisis energi di pulau yang kaya sumber daya alam itu.

Menurut Deklarator Forum Peduli Banua Kalimantan Selatan (FPB Kalsel) Berry Nahdian Furqon, pihaknya sudah menyiapkan setidaknya perahu dan sampan bermesin hingga 250 unit.

“Perahu itu sebagian besar adalah pastisipasi masyarakat. Dengan jumlah sebanyak itu, maka sungai akan terhalang. Tidak akan ada angkutan batu bara yang bisa keluar dari Kalsel, khususnya yang berkaitan dengan penyuplai PLN,” jelas Berry, Minggu (13/5).

Mantan Direktur Eksekutif Walhi Nasional itu menambahkan keseriusan masyarakat Kalimantan memblokir keluarnya batu bara dari pulau tersebut sebagai bentuk pembangkangan atas ketidakadilan energi.

“Semoga dengan aksi ini, pemerintah pusat lebih mendengarkan aspirasi rakyat kami. Rakyat kami bukan hanya dijadikan sekadar pelengkap penderita di negeri ini,” tegasnya. (Micom)