Listrik PLN Seperti Kunang-Kunang, Pengusaha Kecil Merugi - Arbindonesia
Februari 25, 2014

Listrik PLN Seperti Kunang-Kunang, Pengusaha Kecil Merugi

Bagikan..

indexTembilahan (www.detikriau.org) — Pemadaman mendadak yang semakin tidak kenal waktu oleh pihak PLN rayon tembilahan membuat kalangan usaha kecil menengah terus merugi. Selain harus menambah biaya ekstra untuk bahan bakar genset, sejumlah peralatan elektronik juga ikut rusak.
Pemadaman terjadi setiap hari dan berlangsung sudah cukup lama. Belum ada kepastian dari pihak PLN setempat terkait pemadaman bergilir ini.
Pemadaman terjadi hingga berkali-kali dalam sehari dengan durasi pemadaman juga tidak menentu.
“Pemadaman kerap kali terjadi, bahkan sampai berkali-kali. Kesal juga. PLN Kok Seperti Kunang-Kunang,” Kritiks Tengku, pengusaha warung internet di Tembilahan.
Dia berharap agar pihak PLN segera mengatasi masalah krisis listrik ini agar usaha kecil seperti dirinya tidak terus merugi.”Akibat pemadaman ini kami terus merugi. kami harus mengeluarkan tambahan biaya untuk genset ” terangnya.
Tidak hanya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar genset, sejumlah peralatan elektronik warga juga ikut rusak.
“Pemadaman mendadak dan terjadi berkali-kali dalam sehari membuat beberapa peralatan elektronik kita rusak. Komputer dan mesin fotocopy kita sudah ngadat. ini pastinya akan merugikan kami,” Ujar Ridwan, salah seorang pengusaha percetakan di Tembilahan.
Terkait persoalan ini, Anggota DPRD Inhil, H Yusuf Said meminta agar pihak PLN Rayon Tembilahan dapat bekerja lebih profesional. Jika memang persoalan ini disebabkan kerusakan mesin dan memang mengharuskan dilakukannya pemadaman, harusnya pemadam itu dilakukan secara terjadwal agar masyarakat yang akan mendapat giliran dapat bersiap-siap. “Satu dua kali mungkin saja belum diketahui. tapi jika sudah berkali-kali, harusnya PLN dapat mengantisipasi dan memastikan jadwal pemadaman. kasihan masyarakat. mereka membayar untuk mendapatkan pelayanan PLN tetapi hak mereka tidak diberikan dengan baik,” Pinta Yusuf
Dalam kesempatan itu, politisi dari partai Golkar ini juga meminta, untuk melakukan penambahan mesin pembangkit listrik, PLN kiranya dapat mempertimbangkan dengan baik kebutuhan listrik kedepan. “Penyebab terhambat masuknya Investor ke Inhil, salah satunya adalah persoalan ketersediaan listrik. kita berharap hal ini juga menjadi perhatian pihak PLN dalam melakukan perencanaan penambahan mesin-mesin pembangkit dengan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang,” Pungkas Yusuf Said. (dro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.