Juli 18, 2024

Jalan dan Jembatan Ke Pelabuhan Samudera Rusak Berat

Bagikan..
gambar ilustrasi jalan rusak

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Kondisi ruas jalan yang merupakan akses utama menuju Pelabuhan Samudera mulai dari Desa Suhada menuju Desa Sungai Rukam Kecamatan Enok setakat ini cukup memprihatinkan. Dimana badan jalan mengalami kerusakan yang sangat parah, bahkan ada lobang besar (kubangan) dengan diameter mencapai 1 meter di tengah badan jalan.

Informasi tersebut didapat dari keterangan salah seorang anggota DPRD Inhil dari Dapil Enok, Edi Haryanto Sindrang, Senin, (20/2) di kantor DPRD Inhil. Menurutnya lobang besar yang ada dibadan jalan sudah barang tentu sangat membahayakan para pengguna jalan, apalagi disaat musim penghujan seperti sekarang ini dimana badan jalan tidak terlihat akibat genangan air hujan.

“Saat musim penghujan, tentunya kubangan jadi tidak terlihat. Jadi kalau sampai ada kenderaan roda dua atau empat yang masuk kedalam kubangan tentunya sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan tersebut,” kata politisi Golkar tersebut.

Masih menurutnya, selain kerusakan badan jalan, jembatan penghubung yang ada di Parit Lukman juga mengalami kerusakan yang sangat parah Sehingga tidak bisa dilewati kendaraan kecuali pada saat air surut. Karena pada saat pasang tinggi, seluruh badan jembatan tergenang oleh air.

Ia menambahkan, padahal pada tahun 2010 yang lalu pihak Dinas PU Kabupaten Indragiri Hilir sudah menjanjikan untuk mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut. Nyatanya hingga tahun anggaran tersebut berakhir, bahkan anggaran 2011 juga sudah dilewati, janji perbaikan tidak juga terealiasi.

“Keberadaan jembatan parit Lukman sangat penting sebagai sarana penghubung masyarakat sekitarnya. Disaat jembatan tersebut rusak seperti sekarang ini, tentunya arus orang dan barang dikawasan tersebut jadi terkendala,” tambahnya.

Berkaitan dengan kerusakan akses jalan dan jembatan menuju Pelabuhan Samudera ini menurut Edi, karena ini menyangkut jalan Negara yang ada dikabupaten Indragiri Hilir, ia memintkan kepada pihak Provinsi Riau dan juga pusat untuk memperhatikan permasalahan yang terjadi. Karena memang perbaikan akses tersebut menjadi wewenang Negara.

“Karena itu menyangkut jalan Negara, perbaikannya harus menggunakan dana pusat. Untuk itu saya meminta kepada pihak Provinsi Riau dan juga pusat untuk memperhatikan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Sebab kalau dibiarkan, selain kerusakan akan semakin parah, tentunya membahayakan pengguna jalan yang melintas disana,” paparnya. (Suf)