Ingin Jadi Perawat di Jepang? Peluang Banyak, Catat Ini Syaratnya - Arbindonesia
November 20, 2018

Ingin Jadi Perawat di Jepang? Peluang Banyak, Catat Ini Syaratnya

Bagikan..
Ilustrasi caregiver asal Indonesia. Foto: Thinkstock

detikriau.org – Jumlah lansia di Jepang membludak, sehingga negaranya sendiri pun kewalahan untuk menyediakan tenaga perawat lansia. Inilah yang membawa peluang bagi tenaga kerja perawat di Indonesia untuk dikirimkan ke Negeri Sakura ini.

detikHealth mengabarkan, setidaknya, sekitar 35 ribu sampai dengan 40 ribu perawat dan caregiver yang dibutuhkan oleh Jepang dalam tenggat waktu 5 tahun ke depan. Akan tetapi, persyaratan yang diterapkan menjadi perawat profesional di sana tak mudah.

“Persyaratannya ketat, terutama soal bahasa. Jadi kita harus mempersiapkan kalau calon tenaga kerja itu bagaimana mereka mendapat belajar bahasa, supaya datang ke sini tuh enggak nol jadi tinggal dipoles lagi. Vietnam juga kirim dan mereka sudah ‘panggang’ sebelum berangkat,” ungkap Arifin Tasfir, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Jepang, di sela acara pertemuan bersama Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Sementara itu, ditemui dalam satu tempat yang sama, Bob Felix Tobing, Kepala Fungsi Protokoler/Konsuler di KBRI Tokyo, menjelaskan bahwa tidak ada kuota yang ditentukan dari kerjasama tersebut. Semua ditentukan berdasarkan persiapan dan juga jumlah tenaga kerja yang tersedia untuk dikirim ke sana.

“Jadi enggak ada targetnya, memang tantangan kita sekarang ini tentang tingkat kelulusan. Kelulusan para pemagang, ketika mereka lulus dari Indonesia ini kan mereka mengikuti pelatihan. Di sana dilatih dulu (Indonesia) sebelum berangkat, nanti dilatih lagi. Nanti mereka dites lagi selama tiga tahun, kalau lulus nanti jadi profesional perawat dan caregiver, kalau tidak ya kembali,” tandas Bob.

Dilansir detikFinance, Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Roostiawati beberapa waktu menjelaskan bahwa Pemerintah Jepang setidaknya membutuhkan 500 caregiver atau ‘kaigofukushisi’ dalam setiap tahunnya. Kebutuhan ini sulit dipenuhi dari tenaga kerja di Jepang sendiri karena populasi lanjut usia yang sangat besar, yakni penduduk di atas 100 tahun mencapai 15 ribu orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *