Diduga Sawaldi Meninggal Akibat Serangan Jantung - Arbindonesia
Maret 20, 2014

Diduga Sawaldi Meninggal Akibat Serangan Jantung

Bagikan..

Jasad Korban saat di Visum di Ruang UGD RSUD Puri Husada Tembilahan, rabu (19/3/2014)
Jasad Korban saat di Visum di Ruang UGD RSUD Puri Husada Tembilahan, rabu (19/3/2014)

TEMBILAHAN (detikriau.org ) – Meninggalnya Sawaldi (50 tahun), warga Jalan Jendaral Sudirman lorong Bersama tembilahan, rabu (19/3/2014) sekira pukul 16.45 Wib diduga disebabkan serangan jantung setelah sebelumnya sempat terlibat pertengkaran mulut dengan istri mudanya.
Dugaan ini disampaikan oleh kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik,Msi melalui kapolsek KP3, Iptu Faisal Syam SH yang didasari dari keterangan istri muda korban, Marna Susanti (21 tahun) dihadapan petugas kepolisian dan hasil Visum di RSUD Puri Husada Tembilahan.
Kronologi meninggalmya korban, menurut pengakuan istri ke dua korban,berawal ketika sore itu sekira pukul 16.30 Wib, Marna menemui suaminya di TKP dengan maksud menyelesaikan masalah hutang piutang antar ia dan suaminya (korban. red).
Setelah bertemu, kedua pasangan suami istri tersebut langsung naik ke lantai dua ruko, pada saat itu mereka berdua terlibat pertengkaran mulut. Diduga karena emosi, korban sempat menarik rambut sang istri. Merasa kesakitan istri korbanpun melawan dan ikut menjambak rambut korban.
“Begitu mereka sudah terlibat perekelahian, tarik-tarikan rambut. Beberapa menit kemudian tiba-tiba korban jatuh telungkup kelantai, hingga menyebabkan korban tidak sadarkan diri, sampai akhirnya meninggal dunia,”ujar Iptu Faisal Syam SH Kapolsek KP3, menjawab komfirmasi wartawan, Kamis (20/3).
Menyaksikan korban terjatuh dan tubuhnya sudah tidak bergerak, istri muda korban berteriak ketakutan.
Ditambahkan Kapolsek, sesuai hasil visum di RSUD Puri Husada Tembilahan, pada diri korban tidak ditemukan adanya luka atau tanda-tanda kekerasan. Kuat dugaan korban mengalami serangan jantung.
“Untuk meyakinkan penyebab kematian korban yang sesungguhnya, mayat korban sudah dikirim ke Rumah Sakit Pekanbaru untuk dilakukan otopsi,” pungkas Faisal Syam.(dro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.