Agar Dapat Dilakukan Pencairan, Progres Hasil Pekerjaan RSUD Tembilahan 'Dipasang Topeng' - Arbindonesia
Desember 25, 2020

Agar Dapat Dilakukan Pencairan, Progres Hasil Pekerjaan RSUD Tembilahan 'Dipasang Topeng'

Bagikan..

Proyek Pembangunan dan Rehab RSUD Puri Husada Tembilahan, Minggu (13/12/2020). Foto arbindonesia.com

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Agar dapat dilakukan pencarian dana Proyek senilai 24 miliar, progres pembangunan RSUD Tembilahan ‘dipasang topeng’, atau dugaan rekayasa pada bobot hasil pekerjaannya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, progres pekerjaan proyek tersebut pada akhir November 2020 baru mencapai bobot 38 persen.

Anehnya, dalam rentang waktu sekitar dua minggu, tepatnya pada 18 Desember muncul dalam berita acara Pemeriksaan Pekerjaan
bahwa bobot pekerjaan telah mencapai 75 persen lebih.

Padahal dalam rentang waktu itu juga, sempat beberapa hari tidak ada aktivitas pekerjaan akibat masalah gaji buruh pekerja yang belum dibayarkan.

Baca juga : ‘Besarnya Pasak Dari Tiang’ pada Pembangunan RSUD Tembilahan

Dilansir dari detikriau.org, mengenai hal tersebut, Team Leader, PT Tujuh Jaya Konsultan, Zulqodri, ST, MSI membenarkan bahwa progres pekerjaan pembangunan dan rehab RS Puri Husada Tembilahan berada pada bobot 38 persen pada tanggal 18 Desember 2020. Saat dibuatkannya Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan 75,110%.

Akan tetapi menurutnya, kebijakan ini dilakukan atas kesepakatan karena menjadi satu-satunya solusi agar pekerjaan tidak mangkrak dan bisa dilanjutkan kembali di tahun 2021 mendatang.

“Kalau tidak 70 persen kan tidak bisa dicairkan. Artinya pekerjaan bakal mangkrak, itu solusinya,” papar Zulqodri menjawab konfirmasi detikriau.org melalui sambungan selular, kamis (24/11) sore.

“Direktur dan PPK sudah konsultasi dengan Bupati, Ispektorat serta beberapa pihak lain dan disetujui untuk diterminkan 70 persen supaya bisa dilanjutkan di tahun berikutnya. Daripada mangkrak dari awal, padahal dana sudah standby,” katanya lagi.

Menurut Zul, saat berita acara pemeriksaan hasil pekerjaan disusun, ia mengaku sedang berada di Pekanbaru.

“Kalau berita acara sendiri saya waktu itu sedang di Pekanbaru, saya tidak ikut pemeriksaan secara langsung, karena tgl 18 itu (desember 2020. red) berita acara seluruhnya harus sudah masuk. Yang menyelesaikan berita acara itu orang itu semua, saya menandatangani terakhir. Sudah diteken semua,” imbuh Team Leader, PT Tujuh Jaya Konsultan, Zulqodri.

Namun meskipun sedang berada di Pekanbaru, Zul menyebut ada anggotanya yang tetap melakukan pengawasan secara langsung di lokasi pekerjaan proyek.

“Anggota kita ada di lokasi, standby. Kita mengetahui bahwa memang berita acara dibuatkan pada bobot pekerjaan 75 persen, tapi secara fisik dilapangan, kita juga mengetahui tidak sebesar itu,” ungkap Zul.

“Dalam waktu dekat ada pengadaan dengan bobot 18 persen, sekarang sedang didatangkan, ada juga pengecoran. Mungkin kalau itu semua sudah selesai dan masuk semua, bobot sudah sampai. Diperkirakan akhir tahun progres sudah mencapai bobot itu (75,110% red),” tutup Zulqodri.

Untuk diketahui dalam pemerintahan sebelumnya Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan menerangkan bahwa dana pencairan 70 persen tersebut masih ditahan dan belum diterima rekanan pelaksana.

Sumber detikriau.org
Editor arbain

1 thought on “Agar Dapat Dilakukan Pencairan, Progres Hasil Pekerjaan RSUD Tembilahan 'Dipasang Topeng'

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *