19 April 2026

BPK Apresiasi LKPP 2025: Komitmen Akuntabilitas Kabinet Merah Putih Diuji

Bagikan..


ARBindonesia.com, JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan apresiasi kepada pemerintah atas penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 (unaudited) secara tepat waktu.

Ketepatan ini dinilai sebagai bukti komitmen pemerintah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBN demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Pemeriksaan LKPP bertujuan memastikan kewajaran laporan keuangan dengan menitikberatkan pada standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, efektivitas pengendalian intern, serta kepatuhan terhadap peraturan,” ujar Ketua BPK, Isma Yatun, dalam acara penyerahan LKPP 2025 di kantor pusat BPK baru-baru ini.

Untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan, BPK kini menerapkan pendekatan berbasis risiko yang diperkuat dengan pemanfaatan big data analytics. Langkah ini diharapkan mampu menjawab kompleksitas tata kelola keuangan negara, terutama pada 98 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) dan satu laporan Bendahara Umum Negara (LKBUN).

Isma menegaskan, BPK sebagai mitra strategis pemerintah berkomitmen menjaga integritas pertanggungjawaban keuangan negara.

“Semangat pembaruan Kabinet Merah Putih harus tetap menjunjung tinggi akuntabilitas tanpa cela, agar efisiensi belanja benar-benar berdampak pada program prioritas nasional,” tegasnya.

Penyerahan LKPP 2025 ini menjadi momentum penting: pertanggungjawaban utuh pertama atas pelaksanaan APBN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Transformasi birokrasi melalui pemisahan, penggabungan, hingga pembentukan kementerian baru disebut membawa tantangan sekaligus peluang bagi tata kelola keuangan negara.

Anggota II BPK, Daniel Lumban Tobing, menambahkan fokus pemeriksaan tahun ini mencakup akurasi saldo akun LKPP, keberadaan dan kelengkapan Saldo Anggaran Lebih (SAL), pengelolaan kas Bendahara Umum Negara, hingga penilaian investasi pemerintah.

Selain itu, BPK juga akan menyoroti kecukupan pengungkapan laporan kinerja pemerintah agar transparansi tidak hanya berhenti pada angka, tetapi juga pada capaian program. (Red)