INHIL – Bagi masyarakat kabupaten Indragiri Hilir(Inhil) tentunya tidak asing lagi dengan Buras atau yang lebih dikenal dengan nama Burasak, salah satu panganan khas masyarakat Sulawesi Selatan.
Mirip lontong namun yang membedakan adalah buras ini lebih pipih dan diikat dengan tali rapia atau daun pisang. Selain itu secara tekstur, Burasak lebih lembek dibandingkan lontong atau ketupat dan dalam proses pembuatannya pun berbeda.
Burasak terbuat dari beras yang dimasak dahulu dengan santan lalu dibungkus dengan daun pisang. Berbeda dengan lontong yang biasanya hanya bertahan satu hari, Burasak bisa bertahan selama dua hingga tiga hari.
Burasak pun juga nikmat untuk disajikan dengan beberapa makanan, seperti seperti gulai, rendang maupun makanan berkuah lainnya.
Makanan ini pada umumnya selalu dibuat masyarakat pada saat hari hari besar seperti saat lebaran tiba untuk menambah menu makanan lebaran.
Di kota Tembilahan, Kabupaten Inhil kuliner Burasak banyak di jual, salah satunya di parit 11 tembilahan.
Kuliner ini dijual dengan harga terjangkau.
Pada umumnya harga 1 ikat berisi 10 Burasak hanya seharga Rp. 12.000 hingga 15.000 Rupiah.(Adventorial)

BERITA TERHANGAT
Pembinaan Statistik Sektoral 2026: Indragiri Hilir Mantapkan Fondasi Data Pembangunan
Bupati Inhil Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Bupati Inhil Tegaskan Percepatan Infrastruktur 2026 dalam Rapat Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan