Warga Mengamuk Disalah Satu Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg - Arbindonesia
Oktober 6, 2020

Warga Mengamuk Disalah Satu Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg

Bagikan..

ARBindonesia,com.Dumai-Telah terjadi amukan warga di salah satu pangkalan gas elpiji 3 kg karena warga sekitar pangkalan sering kali tidak mendapat kan gas elpiji.

Selasa 06-10-2020 telah terjadi keributan antara warga dan pangkalan gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan yang di kelola oleh saudara Edi.Awal nya salah satu anak warga yang biasa di panggil Ocan yang tidak jauh dari lokasi pangkalan mendatangi untuk membeli gas elpiji,alhasil jawaban yang di dapat bahwa gas tidak ada.Namun warga sekitar masih berdiam saja.Namun karena sudah tidak terima setiap kali membeli gas elpiji di bilang tidak ada salah satu warga yang biasa di panggil Sona itu mendatangi pangkalan tersebut dan mengatakan sudah sering kami di buat seperti ini bukan sekali dua kali lagi,terjadi lah keributan dan akhir nya semua warga sekitar berdatangan dan keributan pun tidak terelakan lagi.kejadian terjadi di daerah jl.Raja Ali haji kelurahan purnama kecamatan Dumai Barat di kampung simpang cempedak sekitar pukul 19.30 wib.Yang membuat warga heran setelah Terjadi keributan yang kata nya gas tidak ada menjadi ada.

Situasi mulai mereda setelah dua RT mendatangi pangkalan elpiji tersebut yaitu dari RT 020 bpk Efendi dan RT 021 bpk M.Isa.Di lokasi dari kedua RT mengajak pemilik pangkalan berembuk dan akan membuat perjanjian nanti nya yang berbunyi jika nanti nya si pemilik pangkalan melanggar isi perjanjian tersebut maka izin usaha nya akan di cabut dan pangkalan akan di tutup.Dari pihak pangkalan menerima perjanjian itu,untuk sementara masih melalui lisan dan akan di buat secara tertulis dan akan di tanda tangani.

Di satu sisi salah satu warga yang di wawancarai dan di mintai keterangan dari pihak Media ARBindonesia,com.Sebut saja nama nya Robi.Beliau menegas kan dan juga berharap agar pangkalan elpiji tersebut di tutup dan di cabut izin usaha nya,karena sudah sangat sering menyusahkan warga sekitar di dalam mendapat kan gas elpiji,beliau juga mengata kan seharus nya yang di utamakan itu adalah warga sekitar pangkalan atau warga di RT tersebut bukan warga yang dari luar kawasan tersebut tegas nya.(hrk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *