
Tembilahan (detikriau.org) – Pemilik kendaraan bermotor di kota Tembilahan mengeluh. pasalnya, Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kerap tutup. Satu-satunya penjelasan yang diberikan hanya tertulis diatas selembar kertas karton yang berbunyikan “ stok BBM Habis”.
“Kalaupun buka, paling-paling dalam hitungan 1 atau 2 jam. Selebihnya, SPBU tutup. Kondisi seperti ini pastinya akan menyusahkan pengguna kendaraan,” Protes Indra, warga Tembilahan melalui detikriau.org, Kamis (18/9/2014)
Menurut Indra, pembatasan BBM premium serta solar bersubsidi oleh pemerintah sudah dicabut. Tapi entah kenapa sampai sekarang masih terjadi kelangkaan yang menyebabkan masyarakat sulit untuk mendapatkan BBM.
Akibat SPBU kosong Indra mengaku terpaksa membeli bensin di pedagang eceran yang hargannya pastilah jauh diatas harga yang ditetapkan pemerintah.
“Mau bilang apa lagi, meskipun mahal, bensin tetap harus kita beli agar aktifitas tetap bisa berjalan,” ujarnya.
Rudy warga Tembilahan lainnyapun menyampaikan kritikan hampir senada. Dengan membelli bensin eceran dipinggiran jalan, ia mengaku biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya pastilah bertambah. Menurutnya kondisi serupa ini bukanlah terjadi baru-baru ini tetapi sudah sejak bertahun-tahun.
“Harusnya hal ini menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat kecil seperti kami tidak semakin disulitkan,” Harap Rudy.(dro)



BERITA TERHANGAT
Tim Volli PT Agrinas Palma Nusantara Melalui Mitra PT CMBR Melaju ke Semi Final Turnamen Bola Volly Karang Taruna Cup 1 Desa Bayas Jaya
Semangat Jum’at Berkah di Tembilahan! Kajari Inhil Bersama Anggota DPR RI dan DPRD Riau Gandeng Tangan Tebar Kebaikan
Mengukir Generasi Emas dari Sudut Pasar Tembilahan!Kisah Inspiratif Berdirinya PAUD Adhyaksa yang Digagas Kajari Inhil