Foto Maulud Riyanto
ARB INdonesia, PASUSURAN – Siswa SMK di Gempol Pasuruan, Maulud Riyanto (18) membunuh Yasin Fadilah (49), warga Dusun Kisik, Desa/Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Maulud nekat menghabisi korban karena dendam kesumat yang dipendamnya sejak masih duduk di bangku SD.
Ia dendam lantaran mendengar kabar bahwa ibunya diperkosa saat dia masih kecil.
“Saya dengar saat saya masih SD, ibu saya diperkosa pak. Saat itu ada pak RT dan warga datang ke rumah dan minta damai. Saya dendam sampai saat ini,” ucap Maulud.
Setelah merasa mampu, pelaku melampiaskan dendamnya. Ia menusuk korban dengan menggunakan pisau pada Senin (16/12/2019) pukul 11.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menjelaskan dugaan pemerkosaan korban terhadap ibu pelaku belum bisa dipastikan kebenarannya.
“Pelaku memang dendam karena mendengar ibunya dulu diperkosa. Tapi dia hanya mendengar, tidak melihat,” kata Adrian.
Sejak sebulan lalu, tersangka sudah menyiapkan pisau yang digunakan untuk menghabisi korban.
Hari eksekusi pun tiba. Awalnya, pelaku mengamati pergerakan korban dengan sepeda yang dipinjam dari temannya.
Setelah mengetahui posisi korban, pelaku pulang mengambil pisau yang disimpan di kamarnya.
“Dia mengecek si korban dulu, muter-muter. Terus dia pulang ambil pisau. Jadi sudah dia siapkan pisau itu,” tambahnya.
Saat bertemu dengan korban di jalan kampung, pelaku langsung menyerang. Ia menusuk perut bagian kiri korban.
Setelah itu, pelaku kabur meninggalkan pisau masih tertancap di tubuh korban. Sementara korban berteriak meminta tolong. Korban akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.
Polisi pun bergerak cepat mengungkap penusukan. Pelaku diringkus di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
- Kodim 0314/Inhil Kejar Target Pembangunan Fisik TMMD Ke-130 di Desa Kuala Lemang
- Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kasdim 0314/Inhil Tinjau Sasaran Fisik TMMD ke-130 di Desa Kuala Lemang
- Semangat Kemanunggalan: Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil Kejar Target RTLH di Desa Kuala Lemang
- Tertabrak Pohon Nipah, Pengemudi SpeedBoat Meninggal Dunia dan Penumpang Luka-luka
- Sinergi Tanpa Batas: TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Semenisasi Jalan 1 KM di TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil
Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah pisau sepanjang 50 cm, sebuah celana jeans warna biru, kaus singlet warna merah, celana kain warna biru, serta jaket jeans masker.
Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana. Pasal ini berbunyi “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan, dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”
Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2019/12/21/siswa-pembunuh-yasin-dendam-sejak-sd-ibu-saya-diperkosa-pak/



BERITA TERHANGAT
Dugaan Korupsi Dana BOSP SMPN 1 Dumai Mencuat, Publik Mendesak APH Bertindak
3 Kilogram Sabu Disergap! Polres Inhil dan Bea Cukai Tembilahan Hantam Jaringan Narkoba di Laut
Sakit Hati Berujung Parang: Seorang Wanita di Desa Belantaraya Jadi Korban Amukan dari Pria yang Mendekatinya