Sektor Perbankan Indonesia Dikuasai Asing? ini Kata OJK - Arbindonesia
Juli 9, 2020

Sektor Perbankan Indonesia Dikuasai Asing? ini Kata OJK

Bagikan..

Arbindonesia.com, JAKARTA – Isu bank domestik dijajah bank asing, belakangan sering menjadi pembicaraan publik di media sosial. Apalagi, pasca Kookmin Bank mendapatkan izin dan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Menjawab hal ini, Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto mengatakan dalam hal pengawasan perbankan, tugas OJK tentunya adalah menjaga agar kinerja sektor perbankan tetap positif. Secara, sektor perbankan memang menjadi mesin penting dalam menggerakkan roda perekonomian.

Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 ini situasi ekonomi domestik dan global semakin tidak menentu. Beragam risiko mulai dari likuiditas dan permodalan pun kian meningkat.

Lagipula, kalau dilihat berdasarkan struktur industri perbankan di Tanah Air, menurut Anung istilah asing sudah tidak relevan. Lantaran proses penguatan modal perbankan oleh pihak asing sudah terjadi sejak lama, dan merupakan mekanisme bisnis yang peraturannya sangat ketat.

Melihat data, saat ini total bank di Indonesia mencapai 110 bank. Rinciannya, bank domestik sebanyak 70 bank yang terdiri dari 4 bank pemerintah, 27 bank pembangunan daerah (BPD) dan 39 bank swasta.

“Sementara untuk bank asing, definisi bank asing adalah kantor cabang bank asing yang ada di Indonesia dan bank yang sahamnya mayoritas dimiliki asing, saat ini ada 40 bank,” ujarnya dalam webinar di Jakarta, Kamis (9/7).

Melihat data ini, Anung memastikan kalau secara jelas industri perbankan di Indonesia dikuasai oleh bank domestik atau 73% dari pangsa pasar aset. Penguasaan pasar itu terdiri dari bank pemerintah 43,19%, BPD 8,35% dan bank swasta nasional 21,49%.

Sedangkan untuk bank asing pangsa pasar asetnya menurut data OJK hanya 27% saat ini. Terdiri dari kantor cabang bank asing 4,19% dan bank yang dikuasai asing 22,77%.

“Sebagian besar banyak khawatir asing akan terus masuk dan akan menguasai pangsa pasar kita, itu justru pangsanya hanya 27%, dan ini tidak beranjak banyak sejak 3-4 tahun lalu. Malah asing pernah kuasai hampir 32% dan porsinya terus menurun. Jadi justru bank domestik itu lebih menguasai, meskipun kita perlu invite asing karena kita perlu modal,” imbuhnya.

Dari sisi pangsa kredit pun kurang lebih sama. Sekitar 43% kredit perbankan saat ini didominasi oleh empat bank plat merah. Kemudian, bank swasta nasional dan BPD memegang pangsa pasar masing-masing 24% dan 9%. Sementara untuk kantor cabang bank asing hanya 3% dan bank yang dimiliki asing 21%.

Sama halnya dengan pangsa pasar dana pihak ketiga (DPK) yang mengumpul di sistem perbankan Tanah Air. Lagi-lagi 41% dana masyarakat tertampung di bank pemerintah sebesar 41%, bank swasta nasional 23% dan BPD 8%. Sedangkan untuk bank yang dimiliki asing menguasai 22% dan kantor cabang bank asing 6% saja.

“Istilah asing itu sudah tidak relevan. Investor asing pun kalau setor modal di perbankan, tidak bisa ditarik lagi, kredit pun tidak bisa diberikan ke non residensial. Dan catatan kami, mayoritas bank yang dimiliki asing dividennya di top-up ke permodalan mereka,” katanya. (*)

Sumber Kontan.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *