Satelit NOAA Kembali Temukan 5 Hotspot di Wilayah kab Inhil - Arbindonesia
Februari 28, 2014

Satelit NOAA Kembali Temukan 5 Hotspot di Wilayah kab Inhil

Bagikan..

Bupati Inhil tetapkan Status Tanggap Darurat Kabut Asap —-

Jembata gunung daek Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan di pagi hari. kabut asap terpantau cukup pekat
Jembata gunung daek Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan di pagi hari. kabut asap terpantau cukup pekat

Tembilahan (www.detikriau.org) — Setelah sempat nihil, hari ini, jum’at (28/2), 5 titik panas  (hotspot) kembali ditemukan diwilayah Inhil, dari hasil pantauan satelit NOAA, kelima titik panas ini berada di 3 Kecamatan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil, Encik kamal Syahindra, melalui kabid Pengendalian kerusakan lingkungan, Ardi Yusuf. dikatakan Ardi, kelima titik panas itu terpantau di Kecamatan Pulau Burung, 2 titik, Desa Sukoharjo jaya dan Desa Keramat Jaya. Kemudian di Kecamatan Teluk belengkong, 2 titik terletak di Desa Sumber Makmur jaya dan Desa Sapta Mulya. Serta 1 titik lainnya terpantau di Kecamatan Pelangiran di Desa Teluk Bunian.
“Beberapa hari satelit NOAA tidak menemukan hotspot diwilayah Inhil. namun hari ini 5 titik panas kembali terpantau,” Sampaikan Ardi Yusuf melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, Jum’at (28/2/2014)
Rabu (26/2/2014) yang lalu, Bupati Inhil, HM Wardan telah menetapkan Kab Inhil dengan status tangap darurat kabut asap akibat Karhutla. Penentapan ini diputuskan setelah dilakukan rapat bersama unsur Forkominda dengan Satker serta Stakeholder terkait. Dengan penetapan status ini, Bupati mengharapkan penanganan dan penanggulangan kabut asap dapat dilakukan secara bersama dengan Pemerintah provinsi Riau dengan membentuk posko tanggap darurat kabut asap.
Berdasarkan data yagn disampaikan dari hasil pantauan satelit NOAA sejak awal februari 2014 yang lalu, khususnya untuk Kab Inhil ditemukan ratusan titik panas (Hotspot). Sedangkan berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Inhil sejak awal Februari akibat karhutla telah menyebabkan 1000 lebih gangguan penyakit kepada masyarakat dengan kondisi udara yang dinilai sudah memprihatinkan.
Dari laporan pihak Kepolisian, sejauh ini Polres Inhil telah menetapkan dua orang tersangka pembakar lahan serta adanya dugaan penyebab terjadinya kebakaran puluhan perumahan penduduk di Kecamatan Pelangiran belum lama ini juga dipicu dari terjadinya rembetan api dari kebakaran lahan.
Akibat kabut asap ini juga telah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan diperairan. “semua ini menjadi dasar ditetapkannya status tanggap darurat kabut asap selama sepuluh hari kedepan.” Sampaikan Bupati Inhil, HM Wardan. (dro)
“PENGUTIPAN BERITA HARUS MENCANTUMKAN SUMBER SECARA LENGKAP, http://www.detikriau.org TIDAK BOLEH DILAKUKAN DENGAN PENYINGKATAN, dro. JIKA KETENTUAN INI TIDAK DIPENUHI, KAMI AKAN MENUNTUT SESUAI UU PERLINDUNGAN HAK CIPTA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.