Proyek Belum Rampung, Distamben Inhu Cairkan Dana 100 Persen - Arbindonesia
Januari 6, 2016

Proyek Belum Rampung, Distamben Inhu Cairkan Dana 100 Persen

Bagikan..

“Komisi III Akan Panggil  Distamben. Diduga ada Mark-Up. Jaksa juga Menunggu”

Rengat, detikriau.org, – Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akan panggil pihak-pihak terkait Proyek Distamben Pemkab Inhu tahun anggaran 2015 sebesar Rp. 8,2 Miliyar.

Pasalnya, proyek pembangunan optimalisasi kelistrikan di lingkungan RSUD Indrasari Pematangreba yang dilaksanakan rekanan kontraktor, PT Arus Sinar Nusantara asal Pekanbaru tersebut belum menyelesaikan kegiatan setelah akhir tahun, sesuai kontrak  tapi justru Dana dibayarkan seratus persen.

“Setelah tinjau lapangan  yang besangkutan kita akan panggil hearing ,” ucap Ketua Komisi III, R Iwan Toni, SE, Rabu (6/1).

Adapun pihak-pihak yang akan ia panggil antara lain, Kabid Kelistrikan Distamben Pemkab Inhu, Bakri, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Kabid Pertambangan, Isran, sebagai Ketua Tim Pre hand over (PHO), Direktur PT Arus Sinar Nusantara, Zulpahmi, bersama dua Konsultan Pengawas dan Konsultan pelaksana.

Sementara esensi hearing, Komisi III berasumsi kuat dugaan pelunasan bayar proyek yang didanai APBD II Inhu TA 2015 silam tidak berbanding lurus dengan progrest 100 persen. “Kuat dugaan ada mark up yang berakibat pada kerugian negara,” ujar Irwan Toni.

Selain Komisi III DPRD Inhu, penyidik Tipikor Kejari Rengat, ikut serta ‘bidik’ dugaan korupsi yang diakibatkan proyek optimalisasi kelistrikan RSUD Indrasari Pematangreba milik Distamben.

“Sambil menunggu laporan dari Masyarakat kami juga akan segera turun ke lapangan,” sebut Kasi Pidsus Kejari Rengat, ujar Roy Modino singkat rabu 6/1.

Terkait pelunasan proyek, Isran selaku ketua tim PHO tidak membantah belum rampungnya kegiatan 100 persen.

“Kepada PPK dan Konsultan, ada beberapa catatan yang saya berikan untuk diselesaikan. Tapi sayang proyek belum rampung pembayaran justru dilakukan 100 persen,” sesal Isran yang mengklaim diri tidak berdaya karena banyak pihak yang memintanya  menyetujui PHO tahap 1, seratus persen.

Adapun item-item kegiatan yang belum rampung dikerjakan tapi justru dibayarkan 100 persen setelah menyisakan 5 % dari nilai kontrak untuk jaminan pemeliharaan selama 6 bulan kedepan, antara lain kegiatan yang belum terselesaiakan penyambungan instalasi dari panel generator ke setiap ruangan RSUD, dua unit sumur bor, bak control air, hingga finishing gedung generator.

Pengakuan yang sama dikatakan pemilik perusahaan, lewat seluler. “Benar saya sudah cairkan 100 persen,” ucap Zulpahmi sekaligus menyebut perusahaanya sempat di denda beberapa hari karena kegiatan tersebut masih ia kerjakan diluar kontrak masa pelaksanaan.

Sedangkan Kabid Kelistrikan, di Dinas Pertambangan dan Energy (Distamben) Pemkab Inhu, Bakri, selaku PPK hingga kini belum bersedia mengomentari. Zal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.