Potret Dinkes Inhil dan Riau Gelar Monitoring dan Evaluasi Terpadu Intervensi Stunting - Arbindonesia
Oktober 21, 2021

Potret Dinkes Inhil dan Riau Gelar Monitoring dan Evaluasi Terpadu Intervensi Stunting

1636352338423
Bagikan..

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebagai upaya penanganan permasalahan stunting di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dan Dinkes Provinsi Riau melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Intervensi Stunting di Puskesmas Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (21/10/2021).

1636352327000

Tujuan dari kegiatan ini tak lain guna memastikan kesiapan dan implementasi rencana aksi intervensi spesifik dan sensitif di lokus prioritas stunting di Provinsi Riau di tahun 2021. Terdapat 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau yang menjadi prioritas intervensi stunting ini, salah satunya adalah Kabupaten Indragiri Hilir.

“Monitoring dan Evaluasi terpadu ini dilaksanakan untuk penurunan angka stunting, dari pemetaan dan riset terdapat beberapa tempat yang didapati angka stunting yang signifikan salah satunya kita, Inhil,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Drs H. Afrizal Darmawan kepada media ini.

1636352334438

Disebutkannya, dalam upaya penanggulangan penanganan stunting di Kabupaten Inhil, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menyusun rencana aksi intervensi secara holistik integratif yang melibatkan seluruh program terkait. Agar implementasi rencana aksi tersebut berjalan dengan baik, memerlukan koordinasi dan peran aktif serta monitoring dan evaluasi progam di pusat, provinsi, kabupaten dan Puskesmas. Dalam hal ini, Dinkes Inhil sebagai perpanjangan tangan vertikal dari Dinkes Provinsi Riau dan Kemenkes.

1636352330564

“Program penurunan stunting ini tidak bisa berjalan sendiri, semua unsur terkait harus bergerak, pemerintah daerah juga lebih fokus untuk upaya investasi masa depan dan jangka panjang,” sebut Afrizal.

Terkait adanya angka gizi buruk stunting, dikatakan Afrizal, perlu adanya upaya pengukuran yang jelas sehingga harapannya tidak ada lagi kasus stunting di berbagai daerah di Indonesia khususnya Kabupaten Inhil. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting adalah melakukan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

1636354682396

“Untuk intervensi gizi spesifik dilakukan bisa melalui pemberian tablet tambah darah dan promosi serta suplemen gizi makro dan mikro. Selain itu juga dilakukan penatalaksanaan gizi kurang/buruk, pemberian obat cacing dan zinc untuk manajemen diare,” jelas Afrizal.

1636352338423

Lanjutnya pemaparannya, intervensi ini disusun berdasarkan siklus hidup. Sedangkan untuk intervensi gizi sensitif dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang, penyediaan air bersih, pendidikan gizi, imunisasi, pengendalian penyakit, penyediaan jaminan kesehatan, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, Nusantara Sehat, serta akreditasi Puskesmas dan rumah sakit. (Adv/Galeri foto/Arbain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.