Juni 16, 2024

PASANGAN BERSERI TIDAK TERIMA HASIL RAPAT PLENO

Bagikan..

PEKANBARU(www.detikriau.wordpress.com)- Pasangan BERSERI terus bersitegang memberikan Penyanggahan kepada pimpinan rapat Pleno perhitungan suara. Pasangan ini terasa tidak terima dengan hasil keputusan rapat Pleno tersebut.

Juru bicara saksi BERSERI Eva Nora “ sejumlah kecurangan banyak pada PSU jilid 2 ini, antara lain, adanya ditemukan surat suara berlebih di TPS 07 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pekanbaru Kota. Hal itu menguatkan indikasi adanya beberapa orang yang mencoblos lebih dari satu kali”, kata juru bicara saksi dengan mata yang melotot kearah pimpinan rapat

Ditambahkan Eva Nora, bahwa pihaknya juga memiliki bukti, bahwa kasus perjokian (pencoblos menggunakan undangan orang lain) pada PSU Pekanbaru tidak hanya terjadi di Kecamatan Tampan, tetapi di hampir seluruh kecamatan. Masalah inskonsistensi KPU Pekanbaru terkait adanya hasil pleno yang menyebutkan ada peserta Pemilukada tidak memenuhi syarat, namun tetap menggelar PSU.

“Inskonsistensi KPU ini akan menjadi catatan kami dalam sidang di Mahkamah Konstitusi nanti,”tuturnya lagi dengan tegang.
Penyanggahan yang di lakukan Eva Nora ini membuat suasana di ruang siding menegangkan.Para tamu serta Calon Walikota dan Wakil walikota terdiam dan tegang.Juru bicara saksi ini terus saja melakukan penyanggahan tersebut.

“Saya minta pada TPS 07 Kota Baru harap di lakukan pemilihan ulang” Tegasnya

Sementara  KPU Pekanbaru melalui Komisionernya Makmur Hendrik menolak dengan permintaan tersebut. Karena yang terjadi di TPS 07 itu bukan adanya pemilih yang melakukan pencoblosan lebih dari satu kali di TPS yang sama,melainkan adanya surat suara yang terlipat lebih dari satu,tuturnya

Ketua Panwaslu, Superleni S.Sos dalam sebuah kesempatan, terkait hasil temuan Tim BERSERI itu adalah hak mereka melaporkannya kepada KPU.

Sedangkan menurut ketua Panwaslu,Superleni S,Sos mengatakan ” itu  adalah hak mereka untuk menyampaikan langsung dalam sidang pleno ini. Mengenai kapan hasil keputusan MK belum ada kepastiannya.  Seperti pengalaman kita sebelumnya, waktu Pemilihan Suara yang lalu saja, kita harus menunggu hingga sebulan lebih lamanya,” kata ketua Panwaslu Superleni kepada riautunai.com,Selasa (27/12).(rti)