Juni 16, 2024

Parpol Mulai Elus Cagubri

Bagikan..

Pekanbaru (Vokal)-Meski Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) baru akan digelar pada 2013 mendatang, namun sejumlah partai politik (parpol) sudah mulai mengelus-elus kadernya yang akan diusung sebagai calon Gubernur Riau. Sejumlah nama pun sudah menyatakan kesiapannya untuk bertarung pada Pilgubri tahun depan.

Di antara parpol yang sudah mulai menyebut-nyebut nama kadernya yang akan dusung pada Pilgubri 2013 mendatang adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat (PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golongan Karya (PG). Dari PAN sudah muncul nama Taufan Andoso Yakin, Herliyan Saleh dan Jon Erizal. Dari PD Mambang Mit, PKB Lukman Edi, PPP Lukman Edi dan Golkar Indra Muchlis Adnan.

Wakil Ketua DPW PAN Riau Kirjuhari, Kamis (17/2), di ruang rapat Komisi C DPRD Riau, mengatakan, PAN sangat berpeluang untuk bisa mengusung kadernya pada Pilgubri mendatang sebab PAN memiliki 6 kursi di DPRD Riau. Dengan meleburnya Partai Bintang Reformasi (PBR) ke PAN, maka kekuatan PAN di DPRD Riau bisa menjadi 8 kursi.

“Dikatakannya, dengan modal 8 kursi tersebut, berarti PAN tinggal menambah satu kursi lagi. Kader PAN yang mungkin untuk diusung maju pada Pilgubri nanti, antara lain: Taufan, Herliyan, Jon Erizal dan masih banyak calon lainnya,” kata Kirjuhari.

Kirjuhari menyatakan sangat mendukung bila sistim pemilihan gubernur nantinya tidak lagi secara langsung, tapi melalui DPRD. “Sistem tersebut dapat mengurangi konflik dan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah, karena itu kebijakan tersebut perlu didukung,” ujarnya.

Bendahara Umum DPP PAN Jon Erizal, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pilgubri 2013 nanti. “Jika nantinya kader dan partai menginginkan saya untuk maju dalam Pilgubri 2013, maka saya selaku kader PAN harus siap mengemban amanah tersebut, sebab seluruh kader harus siap untuk ditempatkan di segala lini,” ungkap Jon Erizal saat ditemui di sela-sela bakti sosial di Rumah PAN Kota Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, popularitas bukan satu-satunya jaminan seorang kandidat bisa terpilih sebagai gubernur, bila tanpa diimbangi dengan dua faktor lainnya, yakni elektabilitas dan ekseptabilitas.

Disambung Jon, keinginan dirinya untuk maju dalam Pilgubri mendatang tak lain hanyalah untuk melakukan pengabdian kepada kampung halamannya, yakni Provinsi Riau. “Jika nantinya amanah ini diberikan, maka dalam kepemimpinan ke depan saya harus mampu berjuang bersama dengan rakyat,” tambahnya.

Masih Menunggu
Ketua DPD PD Riau R Mambang Mit juga menyatakan kesiapannya maju pada Pilgubri mendatang. “Kalau kesiapan, saya pastinya telah mempersiapkan diri jauh sebelumnya. Sebagai ketua DPD Partai Demokrat Riau, tentunya pencalonan saya harus mendapat dukungan dari kader Demokrat. Dan Alhamdulillah, semua kader telah mendukung saya untuk maju menjadi calon Gubernur Riau,” kata Mambang, Jumat.

Mananggapi rumor bahwa dirinya akan berpasangan dengan kader PKB Lukman Edi, Mambang mengatakan, belum bisa memastikan, sebelum ada kepastian revisi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. “Saya rasa kemungkin itu pasti ada, bisa saja kita dipasangkan dan bisa juga tidak. Kita tunggu revisi Undang-undang Pemerintahan Daerah, yang kabarnya, tata cara pemilihan gubernur bukan lagi dipilih langsung rakyat. Setelah itu nantilah kita pikirkan lagi, kalau memang cocok tidak ada masalah,” kata Mambang.

“Sampai saat ini kan belum ada keputusan, apakah Gubernur Riau dipilih langsung oleh rakyat atau DPRD Riau. Selain itu, apakah pemilihan gubernur dan wakil gubernur satu paket atau sendiri-sendiri, belum jelas. Makanya, kita tunggu kepastian aturan hukumnya saja dulu untuk menentukan langkah kita selanjutnya,” sambungnya.

Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid juga mengaku masih mempelajari revisi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Namun lanjut Wahid, Lukman Edi sudah menyatakan keseriusannya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau. Bahkan konslidasi ke dalam maupun luar partai juga telah dilakukan, termasuk meningkatkan komunikasi bersama partai besar, untuk memenuhi kekurangan kursi PKB, saat mengusung Lukman Edi nantinya. “Kita juga masih mempelajarinya. Ini memang menentukan apakah dipilih melalui DPRD atau rakyat,” ungkap Wahid.

Ditegaskan Wahid, PKB telah siap mengusung Lukman Edi, baik mekanisne pemilihannya nanti melalui DPRD maupun langsung dipilih rakyat. “Karena PKB Riau yakin, ketokohan Lukman Edi bisa dijual untuk meraih simpati masyarakat luas,” ujarnya.

Wan Juga Siap
Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur Riau yang saat ini menjadi anggota DPR RI Wan Abubakar juga menyatakan kesiapannya bertarung pada Pilgubri 2013 mendatang. “Kalau memang dipercaya lagi memimpin Riau, saya siap maju,” Kata Wan, usai acara pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) VI LAM Riau di Balai Adat, Selasa (14/2).

Mantan Ketua DPW PPP Riau ini juga mengaku sangat yakin untuk maju sebagai bakal bakal calon Gubernur Riau. “Tidak mungkinlah jadi wakil lagi, kalau mau maju harus nomor satu lah,” ujarnya.

Ditanya pendapatnya tentang kemungkinan Pilgubri mendatang tidak lagi melalui pemilihan langsung, namun dilakukan DPRD Riau, Wan lebih memilih pemilihan langsung karena dinilainya lebih jujur dan murah. “Saya mau sistem pemilihan langsung, sebab melalui DPRD itu akan mahal,” sambungnya.

Meskipun siap maju, namun Wan belum mau memberi tahu siapa pasangannya nanti. “Kalau sekarang masih rahasia. Yang pasti, saya akan maju untuk Riau 1,” tutpnya.(fik,mok,roc,hab)