Motif Menjadi Pemimpin Akan Melahirkan Gaya Kepemimpinan - Arbindonesia
Januari 14, 2023

Motif Menjadi Pemimpin Akan Melahirkan Gaya Kepemimpinan

IMG_20230114_143100

Fauzan Aziz Maulana (Mahasiswa Pasca di Anhui Univeristy, China)

Bagikan..

Artikel : Motif Menjadi Pemimpin Akan Melahirkan Gaya Kepemimpinan – oleh : Fauzan Aziz Maulana (Mahasiswa Pasca di Anhui Univeristy, China)

ARB INdonesia – MENJADI seorang pemimpin di era seperti saat ini sungguh sangat berat, apapun yang diperbuat oleh para pemimpin belum tentu membuat orang lain merasa baik, apalagi puas.

Hal itu bisa saja dikarenakan oleh kondisi ekonomi sosial yang masih terpuruk, tuntutan masyarakat sangat luas dan sumber daya yang masih sangat terbatas.

Meski demikian, banyak orang yang ingin menjadi pemimpin dengan beragam motif. Ada yang sebatas ingin mendapatkan prestise, fasilitas, kehormatan, dan nama besar, dan ada juga yang benar-benar tulus, ingin membuat perubahan agar masyarakatnya menjadi lebih baik.



Konsekuensinya, beragam motivasi tersebut melahirkan model dan gaya kepemimpinan yang bermacam-macam. Sebagai contoh Model pemimpin yang pertama biasanya sangat hati-hati, tidak banyak mengambil keputusan yang berisiko, agar posisinya tetap aman.

Dia menginginkan suasana tenang dan stabil, perlu memiliki anak buah yang loyal dan menuruti apapun perintahnya, sekalipun tidak pintar. Orang pintar dan orang yang beroposisi diwaspadai dan dilemahkan bahkan di buang jauh supaya tidak bisa melakukan kritikan terhadapnya.



Secara sederhana, hebat, pintar(tidak)-nya seorang pemimpin dapat dilihat dari orang-orang sekelilingnya. Jika mereka kaya prestasi, kaya ide maka kualitas pemimpin itu pasti sangat bagus dan bermutu, begitu juga sebaliknya jika pemimpin miskin prestasi, miskin ide maka dipastikan kualitas pemimpinnya sangat rendah dan tidak bermutu.

Fauzan Aziz Maulana (Mahasiswa Pasca di Anhui Univeristy, China)
Menurut saya pilihlah pemimpin seperti pemimpin yang kaya ide, mau berjuang untuk mewujudkan idenya, dan yang terpenting, dia selalu berani mengambil risiko atas pelaksanaan idenya itu layaknya pemimpin revolusioner.

Untuk itu perlu seorang pemimpin revolusioner yaitu pemimpin yang membawa perubahan untuk kemajuan suatu daerah Selain memiliki jiwa perubahan, siap dan peka dengan kondisi, terlebih memiliki inisiatif untuk melakukan perubahan dan perbaikan di masa yang akan datang.



Pemimpin seperti ini menyukai orang-orang sekitarnya yang memiliki kelebihan, bahkan jika perlu melebihi kapabilitas dirinya.m sebagai pemimpin. mengapa demikian, dia tidak memikirkan kedudukan, dia melihat bahwa keberhasilan kepemimpinannya akan terjadi jika dikelilingi oleh orang-orang yang berkualitas tinggi dan bukan sebatas orang-orang yang berbekal loyalitas.

Kalaupun loyalitas dianggap perlu, maka bukan loyalitas terhadap pemimpinnya, tetapi terhadap visi atau cita-cita besarnya untuk membangun sebuah daerah. 



Di bawah kepemimpinan seperti ini, orang pintar dan orang yang memiliki keahlian tinggi sangat beruntung. Mereka terhormat dan diberi ruang untuk mengekspresikan kepintaran dan keahliannya. Bahkan, diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuannya.



Sangat sayang sekali model pemimpin seperti ini tidak banyak muncul di banyak tempat, Yang banyak timbul justru pemimpin yang ingin mendapatkan fasilitas, prestise, kehormatan, dan berbagai kenikmatan.

Dan saya saran pilihlah pemimpin yang memiliki jiwa pemimpin seperti diatas dan jangan memilih pemimpin yang hanya sekedar mencari tahta, fasilitas apalagi hanya sekedar ikut ikutan untuk maju sebagai kepala daerah maupun sebagai perwakilan rakyat daerah.***

Penulis : Fauzan Aziz Maulana Mahasiswa Pasca di Anhui Univeristy, China asal Kabupaten Indragiri Hilir-Riau.(Ketua Mahasiswa Inhil di Luar Negeri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *