September 23, 2023

MERASA DITIPU, CALON PELANGGAN PLN LAPOR POLISI

Bagikan..

Terkait Permohonan Pelanggan Baru PLN Ranting Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Seorang warga Tembilahan, berinisial (T), merasa telah tertipu. Harapan untuk mendapatkan pasokan listrik setelah menunggu sekian lama akhirnya harus berakhir dengan rasa kecewa. Bagaimana tidak, pendaftaran sebagai pelanggan baru di PLN Ranting Tembilahan atas namanya, setelah disetujui, nyatanya malah dialihkan pada pihak lain. Merasa telah diberlakukan tidak adil, perbuatan ini langsung dilaporkannya secara resmi di Mapolres Inhil. Rabu (23/11/2011).

 

“Ya bang, saya sudah membuatkan laporan terhadap dugaan penipuan yang terjadi pada saya. Waktu itu saya diterima di salah satu unit bagian reserse polres inhil,” Ujar T sambil berjanji nanti akan memberikan salinan laporan polisinya kepada Vokal, Kamis (24/11/2011)

 

Menurut kisah T, dirinya melakukan pendaftaran sebagai pelangan baru pada PLN Ranting Tembilahan sekira bulan maret 2011 lalu. Dan tidak berselang lama datang petugas dari PLN yang katanya akan melakukan survey kerumah calon pelanggan.” Begitu selesai di survey mereka katakan diterima atau tidaknya permohonan saya untuk menjadi pelanggan baru tergantung dari keputusan PLN dan sayapun menunggu.” Jelas T

 

Masih menurut keterangan “T”, setelah menunggu sekian lama, sabtu (19/11/2011) dirinya mendapatkan kabar dari petugas PLN Ranting Tembilahan yang melakukan survey dirumah kediamannya beberapa waktu lalu bahwa permohonan dirinya untuk menjadi pelanggan PLN sudah diterima dan bahkan meterannya sudah keluar sejak beberapa bulan yang lalu.” Karena merasa dicurangi, senin (21/11/2011) sayapun mendatangi Kantor PLN Ranting Tembilahan di jalan Gunung Daek dan ternyata benar”. Papar T dengan nada suara kesal.

 

Anehnya, masih kata T juga, ketika dipertanyakannya kepada salah seorang petugas PLN (sambil mengatakan seingat dirinya petugas tersebut bernama AAN), bahwa dirinya tidak mengetahui. Di dalam file computer, saya ketahui meteran atas nama saya itu kini terpasang di wilayah dengan kode “AL”. “Dari informasi yang saya terima, kode AL itu untuk wilayah seputaran jalan Subrantas,” paparnya menceritakan pengalamannya saat memintakan penjelasan di kantor PLN ranting Tembilahan.

 

Bahkan “T” sempat merasa aneh, menurut penjelasan salah seorang rekanan PLN yang diterimanya, meteran atas nama saya, kini masih ada di gudang.” Kok lucu ya, kalau memang ada di gudang kenapa tidak segera diberikan kepada saya. Karena merasa tertipu seperti inilah saya akhirnya melaporkan kepada petugas kepolisian,” Ujarya mengakhiri.

 

Terkait laporan ini, ketika coba dikomfirmasikan kepada Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Paur Humas, Azhari mengaku belum mengetahui secara pasti dan dirinya berpesan agar Vokal esok hari kembali menemuinya di kantor.

“Maaf, kebetulan sekarang saya sudah berada di rumah dan mengenai ini saya memang belum mengetahui. Besok bisa pak faisal bawa pelapornya untuk kita cek kebenarannya agar bisa untuk segera kita tindaklanjuti,” Jawab Paur Humas Polres Inhil, Azhari. Kamis (24/11/2011).

 

Pengurus Asosiasi Kelistrikan Indonesia (AKLINDO) kantor cabang Tembilahan, Alvianto ketika dikomfirmasi Vokal berharap agar kasus ini dapat segera ditindaklanjuti dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”Saya menduga permasalahan seperti ini bukan hanya 1 kasus ini saja. Saya sudah dengar beberapa keluhan semacam ini. Tentunya kita berharap laporan ini untuk segera ditindaklanjuti petugas kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar kelak tidak ada lagi upaya oknum-oknum tertentu yang melakukan permainan tidak benar dan yang pasti merugikan masyarakat.” Jawab Alvinato, Kamis (24/11/2011). (fsl)