April 18, 2024

Mantan Kabag Humas Drs M Thaher Janji Akan Berikan Penjelasan

Bagikan..

detikriau.worldpress.com (TEMBILAHAN)  – Mantan Kabag Humas Setdakab Inhil Drs M Thaher yang sekarang menjabat sebagai Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), berjanji akan memberikan penjelasan terkait pinjaman pada PT GCM untuk  Pembuatan UHF pada Richardson Elec Singapore untuk Gemilang Televisi (GTV) Rp 353.250.000 pada tanggal 16/11/2005, serta Pembayaran  Pembuatan UHF Rp 353.267.000 yang juga melalui pinjaman dana pada PT.GCM pada tanggal 29/12/2005 tersebut.

Selain itu yang bersangkutan juga berjanji akan menjelaskan anggaran APBD yang dialokasikan dengan jumlah yang sama di Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) ditahun yang sama. Serta adanya tudingan proyek tersebut yang diduga fiktif, seperti pernyataan salah seorang anggota DPRD Inhil, yang kebetulan ikut melakuka sidak ketika itu.

“Saya masih di Pekanbaru saat ini, mengurus istri yang sedang sakit. Jadi nanti saya akan jelaskan bila kita jumpa di Tembilahan, jika bisa hari Minggu nanti saya sudah berada di Tembilahan, ” kata M Thaher, melalui SMS, Rabu, (13/7), saat kembali duhubungi Detikriau.worldpress.com.

Sebelumnya persoalan dugaan dana haram untuk Gemilang Televisi (GTV) melalui peminjaman pada PT.GCM untuk Pembuatan UHF pada Richardson Elec Singapore buat Gemilang Televisi (GTV) Rp 353.250.000 pada tanggal 16/11/2005, serta Pembayaran  Pembuatan UHF Rp 353.267.000 pada tanggal 29/12/2005 serta telah dianggarkannya proyek tersebut melalui dana APBD Inhil ditahun yang sama, kian bergulir.  Apalagi diketahui pekerjaan yang dimaksudkan diduga fiktif.

Dari data yang didapat oleh Detikriau.worldpress.com melalui hasil audit Sumber, INTERNAL LETTER. F&Inv. 01/GCM-HC/I-2006 tertanggal, 19 januari 2006, dijelaskan bahwa proyek yang berada di bagian Hubungan Masyarakat (Humas) yang ketika itu dijabat oleh Drs M Thaher adalah fiktif. Dikatakan didalam laporan tersebut bahwa anggota DPRD Inhil periode 2004-2009 pernah melakukan sidak ke GTV dan terbukti barang yang dimaksud tidak ada pada tempatnya.

Saat Detikriau.worldpress.com menelusuri kebeberapa anggota dewan, salah seorang anggota dewan yang tidak mau namanya disebutkan namanya pada periode yang dimaksud  membenarkan data yang didapat.  Bahkan dengan terang-terangnan ia mengatakan bahwa barang yang dimaksud ternyata dialihkan untuk Indra Televisi, miliknya Bupati Inhil sekarang yang pernah mengudara beberapa saat di Pekanbaru.

“Barang tersebut tidak ada pada saat kami melakukan sidak ke GTV. Dari Informasi yang didapat, katanya UHF yang dimaksud di alihkan kepada Indra Telivisi milik Bupati Inhil yang ada di Pekanbaru,” kata sumber tersebut yang meminta agar namanya tidak disebutkan kepada Detikriau.worldpress.com, Senin, (11/7).

Sementara itu romur yang terus berkembang belakangan ini Pembuatan UHF pada Richardson Elec Singapore memang ada. Tapi bukan diperuntukan untuk GTV, melainkan untuk Indra Televisi miliknya Bupati Inhil DR Indra Muchlis Adnan, Televisi lokal yang sebelumnya pernah tayang beberapa saat di ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Selain itu dari romur tersebut, pembelian alat yang dimaksud bukan menggunakan dana baik yang dialokasikan melalui dana APBD Inhil pada tahun anggaran 2005 maupun dari pinjaman pada PT GCM pada tahun yang sama, melainkan dibelikan oleh salah seorang pengusaha Inhil yang kebetulan pada saat ini berteman dengan Bupati Inhil. Kondisi itu makin mengindikasikan sinyalemen perampokan uang rakyat sebesar 1.4 milyar lebih dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab. (suf)