Longsor di Kuala Enok, Pelabuhan dan Bangunan Pasar Ikan yang Tidak Difungsikan Ambruk - Arbindonesia
Juli 25, 2021

Longsor di Kuala Enok, Pelabuhan dan Bangunan Pasar Ikan yang Tidak Difungsikan Ambruk

IMG_20210725_153436

Longsor di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah.

Bagikan..

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa tanah longsor di Ibu Kota Kecamatan Tanah Merah (Kuala Enok), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali terjadi, Minggu (25/7/2021) pagi sekitar pukul 10.00 Wib.

Akibat peristiwa tersebut, pelabuhan bongkar muat milik Syahbandar itu runtuh tanpa sisa bak hilang ditelan bumi.

Selain itu, bangunan pasar ikan yang tidak pernah difungsikan sebagaimana peruntukannya juga mengalami rusak berat akibat hantaman tanah longsor yang sering melanda di Kecamatan Tanah Merah.

Seperti yang diungkapkan Camat Tanah Merah, Antoni mengatakan bahwa sebelum pelabuhan bongkar muat syahbandar dan pasar ikan tersebut mengalami longsor, sehari sebelumnya dua unit rumah warga juga ambruk akibat tanah longsor.

“Semalam (Sabtu,24/7) dua unit rumah rusak akibat tanah longsor, hari ini sekitar pukul 10.00 wib pelabuhan Syahbandar dan pasar ikan juga runtuh akibat tanah longsor,” tutur Antoni saat di hubungi arbindonesia.com, Minggu (25/7/2021).

Lanjutnya, sebelum pelabuhan bongkar muat yang berukuran sekitar 10×20 meter itu mengalami longsor tanpa sisa. Camat Tanah Merah juga mengatakan bahwa kondisi pelabuhan tersebut pada awalnya memang mengalami kemiringan sehingga tidak difungsikan sebagaimana layaknya aktivitas di pelabuhan bongkar muat lainya.

“Karena tidak ada pelabuhan bongkar muat lagi, mau tidak mau maka pelabuhan itu yang digunakan untuk bongkar muat,” kata Antoni.

Sama halnya dengan pasar ikan tersebut kata Antoni, sejak dibangun beberapa tahun lalu hingga mengalami kerusakan akibat tanah longsor hari ini, pasar tersebut tidak pernah difungsikan sebagaimana fungsinya.

“Bangunan pasar Ikan itu hanya digunakan untuk tempat orang santai dan berjualan minum-minuman yang buka jam 4 sore tutup jam 10 malam,” imbuh Camat Tanah Merah.

“Untuk korban jiwa atas peristiwa tanah longsor hari ini tidak ada,” tambahnya.

Untuk diketahui, terhitung sejak 4 bulan belakangan hingga saat ini (Minggu 25/7/2021), sebanyak 22 unit rumah yang mengalami kerusakan berat dan ringan akibat tanah longsor di Kecamatan Tanah Merah.

Dari hasil wawancara awak media ARB INdonesia kepada Camat Tanah Merah, Antoni, bahwa 20 unit rumah warga yaang mengalami kerusakan akibat tanah longsor akan dilakukan relokasi.

Hal tersebut telah mendapat persetujuan atas usulan yang diajukan Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Kelurahan dan Desa terkait melalui Dinas PUPR Provinsi Riau.

“Atas tindak lanjut usulan tersebut, hari Kamis nanti kami dipanggil oleh Dinas PUPR Provinsi untuk membuat pokja terkait relokasi rumah warga yang rusak akibat tanah longsor. Jadi total yang telah disetujui ada 20 rumah, dan 2 rumah yang baru mengalami tanah longsor masih menunggu persetujuan dari Dinas PUPR Provinsi Riau,” tutur Camat Tanah Merah, Antoni.

(Arbain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *