Kartu 'Sakti' di Tempat Sampah, Berapa Lama Hak Masyarakat Tak Sampai ? - Arbindonesia
Agustus 27, 2020

Kartu 'Sakti' di Tempat Sampah, Berapa Lama Hak Masyarakat Tak Sampai ?

Bagikan..

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –
Sejak ditemukannya kartu BPJS JKN-KIS beberapa waktu lalu di tempat pembuangan sampah Jalan Sungai Beringin Tembilahan, sejak itu pula mulai terungkapnya bahwa ada hak masyarakat yang sampai hari ini belum tersalurkan.

Bagaimana tidak, kartu BPJS yang merupakan program JKN-KIS tahun 2016-2017, dan seharusnya sudah berada di tangan masyarakat yang menerimanya di tahun tersebut, namun nyatanya hingga per 26 Agustus 2020 kartu ‘sakti’ itu belum juga sampai kepada pemiliknya. Berapa lama hak masyarakat tak sampai ?.

Artinya hak masyarakat yang seharusnya mendapatkan pengobatan gratis melalui kartu ‘sakti’ yang dibiayai melalui APBN tersebut hanya terbuang sia-sia.

Ditambah lagi berapa keuangan negara yang terbuang akibat harus membayarkan iyuran tersebut. Sementara kartu ‘sakti’ yang terbuang dengan jumlahnya diketahui mencapai ratusan itu bisa diperkirakan tidak pernah dipergunakan manfaatnya sama sekali.

Berdasarkan wawancara beberapa awak media kepada pihak BPJS cabang Tembilahan melalui Kepala Bidang SDMUKP, Dery menyampaikan bahwa kasus penemuan kartu tersebut telah ditindaklanjuti melalui proses yang cukup panjang, hingga keranah kepolisian Inhil, Selasa (25/8/2020).

Pada garis besarnya, berdasarkan hasil kesepakan kepada beberapa pihak yang bersangkutan, kartu tersebut akan disalurkan kembali oleh yang bersangkutan kepada masyarakat dalam waktu yang telah disepakati bersama.

Sesuai perjanjian yang tertulis, jika kartu tersebut dalam kurun waktu 30 hari setelah serah terima, tetapi tidak juga tersalurkan, bisa kita tuntut kembali.

“Batas waktu awal September nanti,” ungkap Dery.

Mengenai jumlah kartu yang terbuang di tong sampah, Dery menyampaikan bahwa data yang didapat dari pihak kepolisian berjumlah 221 keping kartu, dan di temukan masih di dalam amplop sekitar 200 lebih. Total yang di temukan ada sekitar 400 keping lebih.

Dari data kita memang untuk wilayah Kelurahan Kuala Lahang tersebut ada sekitar seribu lebih penerima manfaat kartu tersebut.

“Kita juga sudah melakukan himbauan kepada masyarakat, jika ada yang menemukan kartu itu kembali mohon untuk segera menyerahkannya kepada pihak kepolisian,” katanya.

Selain itu Dery juga menerangkan dalam proses pendistribusian, kartu BPJS JKN-KIS dikirim dari pusat ke Tembilahan melalui jasa pengiriman JNE.

Kenapa kartu tersebut sampai ketangan pihak yang bersangkutan, disana letak kelalaian pihak JNE karena berani mempihak ketigakan untuk pendistribusian kartu BPJS tersebut.

“Seperti apa teknisnya kita tidak tahu persis bagaimana bisa sampai ketangan yang bersangkutan, sebab kartu tersebut dicetak di pusat,” katanya.

“Pihak BPJS saat itu hanya menerima dokumen laporan dari Jasa pengiriman JNE yang menyatakan telah di distribusikannya kartu BPJS tersebut kepada yang berhak menerimanya. Rata-rata penerimanya di wilayah kelurahan kuala lahang,” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing, SIK saat dikonfirmasi membenarkan atas ditemukannya Kartu KIS di tong sampah tersebut, semua pihak terkait sudah di periksa dan dicari jalan solusi agar kartu tersebut segera disalurkan.

“Kita sudah periksa semua pihak, tidak ditemukan unsur kesengajaan, hanya unsur kelalaian sehingga kartu KIS tersebut tercecer, saat ini sudah kembalikan kepada pihak BPJS, dan sepakat untuk di distribusikan ulang,” papar Kasat Reskrim.

“Semua pihak sudah membuat surat pernyataan, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada saksi dan barang bukti baru, hal tersebut akan kita ungkap,” tutup Kasat.

Terpisah, saat diwawancarai tim, beberapa warga Kelurahan Kuala Lahang Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengenai program JKN – KIS Tahun 2016 dan 2017.

BL warga lahang mengatakan, bahwa sampai hari ini program BPJS JKN – KIS belum ada di distribusikan kepada warga lahang.

“Sampai Hari ini kami belum ada menerima bantuan pemerintah program BPJS JKN – KIS, bahkan siapa penerima saja kami belum tau, padahal warga lahang banyak yang membutuhkannya, apa lagi pasca covid 19” ujar BL, Selasa (25/8/2020).

“Belakang malah kami tau dari media tentang kartu KIS untuk warga lahang di temukan di tong sampah, kami merasa dirugikan karena warga yang seharusnya tau dan berhak mendapatkan program BPJS JKN – KIS malah tidak menerima dan tidak bisa memanfaatkannya, bukannya kartu tersebut beberapa tahun yang lalu sudah di terbitkan” tutup BL.

Selain itu, Lurah Kuala Lahang saat dikonfirmasi mengatakan tidak pernah tau ada program BPJS JKN – KIS untuk warganya di tahun 2016-2017, yang ada diketahui hanya pendistribusian kartu KIS oleh BPJS Tembilahan tahun 2019.

“Untuk tahun 2019 BPJS Tembilahan ada menyalurkan kartu JKN – KIS dengan cara bertahap, tetapi tahun-tahun sebelumnya tidak pernah tau kalau warga Lahang mendapatkan program BPJS JKN – KIS,” singkat Indra Lurah Lahang.

Untuk diketahui pendistribusian kartu peserta BPJS Kesehatan cabang Tembilahan di 3 Kabupaten, yakni Inhil, Inhu dan Kuansing sebanyak 18.841 peserta di distribusikan pada tahun 2016 sampai dengan 2017.

Sampai berita ini diterbitkan awak media belum bisa mendapat keterangan dan masih berupaya untuk konfirmasi kepada pihak Jasa Pengiriman JNE Tembilahan. (Arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *