
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik memprediksi, pada pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 2015 ini ada 5 bentuk kerawanan yang bakal menjadi hambatan keamanannya.
Kelima tersebut adalah minimnya sosialisasi yang dilakukan panitia Pilkades, akan berdampak bermunculan komplain dari pemilih, simpatisan serta calon kades itu sendiri. Kemudian terkait jarak tempuh TPS tampak berjauhan, hal ini akan menyulitkan petugas untuk mengamankan dan mengantisipasi kerawanan.
Selanjutnya Kapolres juga memprediksi para calon Kades yang tinggal berdekatan itu juga berpeluang terjadinya perselisihan paham, sebab jika ada perselisihan paham yang tidak diterima salah satu pihak, maka bisa berdampak terjadinya tindak kriminalitas.
Money politik pada saat kampanye atau menjelang hari pemungutan juga menjadi satu jalan kerawanan pada keamanan Pilkades. Terakhir, ia juga menyinggung terhadap efek bila ada kecurangan yang dilakukan panitia.
“Sebab jika ada kecurangan panitia Pilkades pada saat penghitungan suara sangat berdampak timbulnya penganiayaan dan perkelahian,” katanya saat menyampaikan ekspos pada Rakor Forkopimda Inhil di gedung Engku Kelana Tembilahan, Senin (19/10/2015).
Yang jelas katanya, itu hanya sebatas prediksi yang mesti dijaga bersama oleh semua komponen. Untuk petugas kepolisian, ditegaskannya siap mengamankan dan menindak lanjuti jika terjadinya berbagai tindakan yang melanggar ketentuan hukum.
Untuk diketahui, Pilkades serentak se-Kabupaten Inhil tahun 2015 ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2015 yang diikuti sebanyak 96 desa terdiri dari 19 kecamatan. (mirwan)



BERITA TERHANGAT
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab: Komite Hukum PSSI Patahkan Klaim Sepihak, Tegaskan Status Resmi Turnamen
Kontroversi Antara Sponsor Utama dan PSSI Inhil Makin Memanas, Yuslizar: Sabar ya!
Skandal Bupati Cup Inhil: Dalih Biaya Wasit Elit Ternyata Pepesan Kosong, PSSI Inhil Bungkam Diduga Panen Cuan!