Jokowi Ingin Tutup Ekspor Kopra, Akan Diolah Sendiri Untuk Bahan Bakar Pesawat - Arbindonesia
Januari 11, 2020

Jokowi Ingin Tutup Ekspor Kopra, Akan Diolah Sendiri Untuk Bahan Bakar Pesawat

Bagikan..

Kopra yang dikeringkan menggunakan sinar matahari, foto lpk 8 yes, Arbindonesia.com

ARB INdonesia, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) ingin menutup ekspor beberapa komoditas yang ada di Indonesia, salah satunya ekspor kopra. Sebab menurutnya, kopra dapat diolah menjadi pengganti bahan bakar Aviation Turbine (Avtur) .

Avtur merupakan salah satu jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang yang bermesin turbin gas.

Kopra merupakan daging buah kelapa yang telah dikeringkan, komoditas ini diekspor kebeberapa Negara seperti India, Thailand, dan Filipina.

“Kopra minyak kelapa yang bisa menjadi Avtur. Ini sudah hampir selesai risetnya,” tutur Jokowi dalam acara HUT PDI Perjuangan ke-47 di JIExpo di Jakarta, Jum’at (10/1/2020).

Dikatakan Presiden RI, Jika hasil riset itu sudah keluar maka ia ingin mengganti seluruh bahan bakar pesawat dengan kopra milik petani di Tanah Air.

“Langkah ini bertujuan mewujudkan Indonesia yang berdikari dibidang ekonomi, seperti pesan Presiden RI pertama Soekarno. Kita akan mandiri dan kerjakan sendiri,” ujar Jokowi. 

Selain kopra, Jokowi juga berencana menutup ekspor beberapa komoditas seperti Bauksit dan Batu Bara.

“Namun, penutupan keran ekspor tersebut akan dilakukan bertahap,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Mengacu pada  businesswire.com, Indonesia merupakan produsen kelapa dengan volume terbesar di dunia. Indonesia mamlu memproduksi 19 juta ton kelapa pada 2018, sedangkan Filipina dan India masing-masing menghasilkan 14 juta dan 12 juta ton.  

Selain itu, Indonesia juga menjadi eksportir kelapa terbesar dunia. Pada 2018 lalu, Indonesia mengekspor 290 ribu ton atau mencapai 52% dari total ekspor kelapa.

Disatu sisi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah tengah mengkaji cara menyeimbangkan harga Avtur agar tarif tiket pesawat menjadi lebih terjangkau, khususnya menjelang mudik Natal dan Tahun Baru 2020. Apalagi, harga avtur di Indonesia bagian timur dan barat berbeda.

“Avtur penyebab 40% kenaikan harga tiket. Oleh karena itu, harga Avtur akan dicarikan jalan keluar dengan penyeimbangan (Rebalancing) harga,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada akhir tahun lalu (2/12/2019).

Berdasarkan data Pertamina pada Februari 2019, harga avtur di Indonesia bagian timur rata-rata di atas Rp 10 ribu per liter. Bahkan harga avtur Bandara Deo (Sorong), Papua untuk jenis Jet A-1 mencapai Rp 11.080 per liter (77,4 sen AS per liter).

Harga tersebut lebih tinggi 34,9% dari harga Avtur di Bandara Soekarno Hatta (Jakarta) Rp 8.210/liter.

Berikut Gambar grafik Databoks terkait harga avtur di Indonesia Timur:

Foto screenshot datakita.com
loading…

Editor : Arbain

Sumber : katadata.co.id
https://katadata.co.id/berita/2020/01/10/bakal-diolah-jadi-avtur-jokowi-ingin-tutup-ekspor-kopra

1 thought on “Jokowi Ingin Tutup Ekspor Kopra, Akan Diolah Sendiri Untuk Bahan Bakar Pesawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *