Ini Alasan Gerindra Emoh Bangun Koalisi Kerempeng - Arbindonesia
April 18, 2014

Ini Alasan Gerindra Emoh Bangun Koalisi Kerempeng

Bagikan..

084029_gerindra1Jakarta – Pemilihan anggota legislatif pada 9 April lalu tak menghasilkan satu pemenang dominan. Semua partai yang berlaga mesti menjalin koalisi jika ingin mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Pasalnya ambang batas minimal pengajuan pasangan capres dan cawapre adalah mendapat suara minimal 25 persen, atau kursi di Dewan Perwakilan Rakyat paling sedikit 20 persen.
Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya Ahmad Muzani mengatakan, ambang batas alias presidential treshold itu adalah sebuah angka minimal. Artinya besaran angka tersebut belum tentu menghasilkan kekuatan yang bisa mengamankan kedudukan presiden di DPR.
Menurut Muzani semua produk undang-undang yang dikeluarkan presiden harus mendapat persetujuan DPR. Sehingga bila dukungan kekuatan Presiden di DPR sedikit kebijakan pemerintah bisa sering terganggu.
Atas dasar itulah partai besutan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Prabowo Subianto itu tidak ingin membangun koalisi dengan sedikit partai. Partai Gerindra ingin membangun sebuah koalisi besar yang merupakan gabungan dari banyak partai politik.
Dengan banyak partai politik yang bergabung akan menghasilkan kekuatan yang besar juga di DPR, sehingga roda pemerintahan akan efektif.
“Perlu diingat bahwa koalisi dibangun tidak hanya sebagai syarat mengajukan capres dan cawapres, tapi juga untuk membuat roda pemerintahan berjalan efektif,” kata Muzani saat berbincang dengan detikcom, Kamis (17/4/2014) malam.
Sebuah pemerintahan yang menganut sistem presidensial seperti Indonesia menurut Muzani akan berjalan efektif ketika banyak partai terlibat, bukan koalisi dengan dukungan sedikit partai alias kerempeng.(detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.