Mei 18, 2024

Frustasi, Seorang Guru Nekat Gantung Diri

Bagikan..

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Diduga akibat frustasi karena mendengar kabar mantan suaminya hendak menikah lagi, sehingga seorang Guru Iftidaiyah Kecamatan Mandah harus mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dipintu dapur dengan menggunakan seutas tali, akibat aksi nekatnya korban langsung tewas di TKP.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Guntung Kateman Kompol Sugeng Hariyanto SH kepada Pekanbaru MX Senin (14/02) menuturkan, perbuatan nekat yang dilakukan oleh korban terjadi di Jalan Pendidikan Parit 6 RT.1 Kelurahan Tagaraja pada Minggu (13/02) sekitar pukul 12.30 WIB

Dikatakan oleh Kapolsek Kateman Kompol Sugeng Hariyanto SH bahwa kronologi kejadian bunuh diri sesuai dengan cerita mantan suaminya yakni Adnan (34) juga seorang Guru SD di Sungai Guntung, pada hari Sabtu (11/02) korban Meli Restina (32) datang kerumah mantan suaminya di TKP sekitar pukul 16.00 WIB

Dalam pertemuan antara mantan suami istri tersebut, Adnan bercerita kepada korban (mantan istrinya) sebaiknya tidak usah datang lagi kerumahnya, karena dirinya sudah mempunyai tunangan dengan seorang perempuan yang berasal dari Kecamatan Teluk Pinang

Setelah menceritakan maksud dan tujuannya, lalu mantan sang suami langsung meninggalkan korban dirumahnya hingga pukul 24.00 WIB, karena sudah larut malam sehingga korban tertidur didalam kamar rumahnya

Barulah pada pagi harinya Minggu (12/2) sekitar pukul 09.00 WIB, korban berpamitan dan minta tolong sebelum balik kerumahnya di Padang Bolak Kecamatan Mandah, untuk terlebih dahulu diantarkan ke Pelabuhan Pasar Ikan Sungai Guntung oleh mantan suaminya. Dan akhirnya sang mantanpun menuruti permintaan korban

Kemudian sesudah sampai di Pelabuhan Pasar Ikan, korban turun sedangkan Adnan langsung meninggalkan korban menuju Pasar Ikan. Namun beberapa jam kemudian ada perasaan gundah pada diri Adnan terkait dengan mantan istrinya tersebut, sehingga sekitar pukul 11.00 WIB, Adnan kembali menuju ke Pelabuhan Pasar Ikan dengan maksud untuk memastikan keberadaan korban apakah sudah kembali ke Mandah, tapi pada saat itu korban sudah tidak ada lagi di pelabuhan

Namun takdir mengatakan lain, sebab saat mantan suaminya kembali pulang kerumahnya, Ia sudah melihat mantan istrinya sudah dalam keadaan lemas dan tidak bernyawa dengan cara gantung diri, persis dipintu dapur dengan menggunakan seutas tali.

Melihat aksi perbuatan nekat korban,  mantan suami langsung menurunkan korban sambil lalu minta pertolongan ke tetangga  dan melaporkan kejadian itu kepada Polsek Kateman. Beberapa menit kemudian setelah ada laporan dari masyarakat petugas Polsek Kateman langsung mendatangi TKP

“Karena korban sudah tidak bernyawa lalu kita langsung membawa korban ke Rumah Sakit Raja Musa Sungai Guntung, untuk divisum” ujar Kapolsek Sungai Kateman Kompol Sugeng Heriyanto SH

Dari hasil visum pada bagian leher korban mengalami luka lecet dan membiru akibat jeratan tali, yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan

“Diduga korban berbuta nekat karena kecewa setelah mendengar kabar bahwa suaminya hendak bertunangan, sedangkan korban sudah diserahkan kepihak keluarganya untuk dikebumikan sebagaimana mestinya” pungkasnya.(mx)