Diserang DBD, Dua Warga Meranti Meregang Nyawa - Arbindonesia
Januari 26, 2017

Diserang DBD, Dua Warga Meranti Meregang Nyawa

Bagikan..
Gbr ilustrasi; net
Gbr ilustrasi; net

Selatpanjang,DetikRiau.org – Awal Tahun 2017 Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti mencatat terdapat 8 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 orang diantaranya meregang nyawa akibat serangan penyakit mematikan tersebut.  

Disamping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti melalui Kepala Bagian Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) M. Hasrin SKM menjelaskan, untuk menindak lanjuti hal tersebut, Dinkes Meranti terus berupaya menekan angka penderita kasus DBD yakni, melakukan pencegahan secara dini, dari melakukan  koordinasi ke setiap Puskesmas, serta melakukan sosialisasi dari rumah kerumah warga yang rentan terkena dampak DBD.

Untuk mengantisipasi secara efektif menurutnya ialah melakukan pencegahan dengan cara bersih lingkungan, bukan sebaliknya dengan melakukan fogging. Sebab fogging merupakan zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

“Dengan fogging juga hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentik tidak akan mati. Makanya fogging kita lakukan jika sudah ada kasus DBD dilingkungan masyarakat. Cara terbaik mengantisipasi DBD adalah dengan membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Untuk persentase peningkatan dan penurunan kasus DBD khususnya di Kabupaten Kepuluan Meranti, turun sekitar 63 persen. Tepatnya sepanjang 2016 lalu Dinkes Meranti mencatat 183 kasus DBD, dan 2015 tercatat sebanyak 310 kasus..

“Terjadi penurunan sekitar 63 persen dari tahun 2015 hingga akhir 2016 lalu. Benar untuk awal tahun Januari 2017 ini sudah tercatat 8 kasus DBD, dua orang diantaranya meninggal dunia,” ujar Hasrin ketika ditemui di ruang kernjanya Kamis siang (26/1).

Perlu diketahui juga pada tahun 2015 lalu terjadi sebanyak 2 korban jiwa akibat DBD di Kepulauan Meranti. Namun Pemkab Meranti pada saat itu belum menetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Sebab KLB ditetapkan jika sudah mencapai 3 korban jiwa.

Untuk itu dirinya sangat mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk peduli lingkungan, terutama menguras penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampungan air hingga menghindari gigitan nyamuk./cr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *