Mei 18, 2024

Direktur Eksekutif RRW Menilai Sekda Riau Sudah Sama Dengan LSM

Sekda Riau, SF Hariyanto, Riau.go.id

Bagikan..

ARB INdonesia, PEKANBARU – Direktur Eksekutif Riau Resources Watch (RRW), Nasir Day mengecam pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau SF Hariyanto yang muncul baru-baru ini melalui pemberitaan di media.

Diketahui, Sekdaprov Riau telah menyinggung soal proyek payung elektrik di Masjid Raya Annur Provinsi Riau dan juga soal dana Stanting di Dinkes Riau.

Atas ‘kicauan’ Sekda Prov Riau tersebut, Direktur Eksekutif RRW, Nasir Day menilai bahwa sikap SF Hariyanto saat ini bukan mencerminkan sebagai seorang pejabat melainkan sudah sama dengan tupoksi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Bahasa SF bukan pencerminan seorang Pejabat Tinggi Madya yang juga notabene selaku TAPD, mestinya Inspektorat yang berbicara itu. Melihat pernyataannya itu, kami menilai Sekda sudah sama dengan LSM serta bak menepuk air di dulang,” tegas Nasir Day, Rabu (3/5/2023) yang di kutip dari laman urbannews.id.

Tak hanya itu, Nasir juga mengatakan jika dilihat dari sepak terjang Sekdaprov belakangan ini, SF Hariyanto ini seakan tidak hentinya membikin gaduh, sudah bak ibarat duri dalam daging bagi Pemprov Riau.

“Saya sudah lama memperhatikan sejak SF dilantik tahun 2021, Dunia Konstruksi di Riau tidak Kondusif lagi,” ungkap Nasir lagi.

Nasir Day yang memang sudah malang melintang di dunia usaha khususnya di Riau itu juga lantas mengingatkan Gubernur Riau Syamsuar untuk berhati-hati dengan manuver mantan Inspektur Kementerian PUPR itu.

“Hati-hati asja Pak Gub, jangan terjadi seperti Pak Annas Makmun,” kata Nasir.

Mencermati pernyataan SF Hariyanto di media tersebut, Nasir juga menyatakan mendorong aparat penegak hukum untuk segera memeriksa dan mengambil keterangan dari yang bersangkutan tentang apa yang ia ungkapkan ke publik.

“Kami justru mendorong agar penegak hukum segera periksa SF, karena yang bersangkutan dalam pernyataannya di media sudah menyatakan bahwa dia tahu telah terjadi perbuatan melawan hukum,” ungkap Nasir.

“Kita juta minta yang bersangkutan segera mengajukan diri sebagai Justice Colaborator (JC) untuk mengungkapkan yang terjadi di lingkungan Pemprov Riau tersebut,” tambahnya.

Sebab jika tidak kata Nasir, patut diduga SF Hariyanto sebagai aparatur sipil negara berpangkat paling tinggi di jajaran Pemprov Riau telah menyebarkan kabar bohong.

“Tentu kalau menyebarkan kabar bohong, jelas itu diatur dalam peraturan perundang undangan sebagai tindakan pidana. Makanya kita dorong aparat penegak hukum untuk segera memeriksa SF,” pungkas Nasir.

Pernyataan SF Hariyanto Soal Proyek Payung Elektrik Masjid Agung Annur dan Dana Stanting di Denkes Riau

Dalam pernyataannya, SF Hariyanto menyatakan tidak selesainya proyek enam unit payung elektrik Masjid Raya Annur Provinsi Riau diduga bermasalah sejak awal tender dimulai.

“Saya punya bukti, punya data, punya saksi, lengkap semuanya. Karena proses lelangnya tak benar. Tenaga ahlinya diduga palsu semua,” kata SF Hariyanto dalam berita yang dilansir dari laman cakaplah.com (2 Mei 2023).

Tak hanya itu, dalam kutipan dari halloriau.com Selasa (2/5/2023), SF Hariyanto mengaku dapat laporan soal dugaan adanya masalah di Dinkes Riau terkait dana stunting.

“Dinas kesehatan, itu saya dapat laporan juga itu. Dana stunting pun disikat. Itu data semua lengkap delapan kabupaten/kota. Dua yang melapor tak diberikan. Itu sudah sampai ke sana, Pak. Tinggal menunggu waktu saja,” kata SF Hariyanto sebagaimana diberitakan media tersebut.

Sementara itu, masih terkait pernyataan SF Hariyanto itu, Nasir juga mendesak Sekdaprov Riau yang semasa Gubernur Riau Rusli Zainal menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Riau yang membangun Venue PON 18/2012 untuk segera menjelaskan kepada publik dari mana sumber informasi yang ia peroleh tersebut.

“Sebagaimana prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, maka SF Hariyanyo harus mengamalkan azas transparansi. Jadi jangan bekerja dan membuat pernyataan berdasarkan laporan-laporan yang tidak jelas. Kami sebut tidak jelas karena dia tidak mengungkapkan sumber informasi itu dari mana tatkala berbicara di ruang publik. Kecuali dia berbicara di ruang privat, itu lain hal,” beber Nasir.

Nasir lantas menyatakan ia cukup khawatir, jangan sampai informasi SF Hariyanto itu didapat dari dokumen-dokumen atau pun informasi-informasi penyelidikan aparat penegak hukum yang seharusnya bersifat rahasia.

“Jika begitu, tentu kacau penegakan hukum, pihak-pihak yang patut diduga melakukan perbuatan pidana, sangat bisa sekali segera menghilangkan barang bukti. Jika begini, tentu sangat patut kita duga pernyataan SF itu bisa dikategorikan sebagai perbuatan menghalang-halangi penegakan hukum,” ungkap Nasir.

Nasir lantas juga menegaskan, tersebab kondisi pemerintahan Riau yang menurutnya tak baik-baik saja itu, Gubri perlu mempertimbangkan untuk mengganti Sekda Riau agar suasana sosial politik di Riau ini teduh.

“Seberapa hebat dan kuatnya cantelan SFH di pusat, kok tidak henti-hentinya bikin heboh di Riau? Tolong Mendagri, dengar suara kami orang Riau,” pungkas Nasir.(*)

Editor: Arbain
Sumber: urbannews.id