ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) mengingatkan masyarakat akan bahaya penggunaan formalin dalam makanan.
Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri menyampaikan bahwa formalin sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan seperti tahu, mie basah, ikan asin, ikan segar, dan ayam potong.
“Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat. Penggunaan formalin dalam makanan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi pada saluran pernapasan, rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan, hingga risiko kanker jika terpapar dalam jangka panjang,” ujar Rahmi Indrasuri.
Dinkes Inhil mengadakan kegiatan penyuluhan Keamanan Pangan bagi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya bahan kimia berbahaya dalam makanan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi produk makanan, serta selalu memeriksa label dan memastikan produk yang dibeli bebas dari bahan berbahaya seperti formalin,” tambahnya.
Melalui upaya ini, Dinkes Inhil berharap dapat melindungi kesehatan masyarakat dari dampak negatif penggunaan formalin dalam makanan. (Adv)

BERITA TERHANGAT
Ketua TP. PKK Rohul Launching PKG Gratis di Sekolah
Ketua TP PKK Rohul Launching Imunisasi Zero Dose Tahun 2025
PKK Rohul dan Dinkes Laksanakan Program Cek Kesehatan Dokter Spesialis Gratis Rambah