Apa Benar Pelajar Diaspora Enggan Pulang ke Indonesia ? - Arbindonesia
Mei 31, 2020

Apa Benar Pelajar Diaspora Enggan Pulang ke Indonesia ?

Bagikan..

Foto : Webinar Komisi Kepemudaan PPI Dunia

ARBindonesia.com – Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan bonus demografinya. Didalam bonus demografi ini, potensi pelajar Indonesia yang jumlahnya sangat besar. Tidak hanya belajar diluar negeri, banyak masyarakat yang berkeinginan studi diluar negeri.

Pada tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke-22 sebagai negara terbanyak yang mengirimkan siswa belajar ke luar negeri. Menurut studi organisasi Ikatan Konsultan Pendidikan Internasional Indonesia (IKPII), terdapat lebih dari 35.000 siswa Indonesia yang belajar ke luar negeri setiap tahunnya.

Fakta di atas menunjukan bahwa Indonesia memiliki potensi SDM yang tidak hanya besar di negeri sendiri tapi juga besar di pelosok dunia. Hal ini menjadi potensi besar bagi kemajuan negara jika para pelajar ini memberikan ilmu yang telah mereka dapat di negara belahan dunia.

Meski banyak berita yang beredar mengenai pelajar Indonesia enggan untuk pulang ke Indonesia dikarenakan kondisi Indonesia yang tidak mendukung penerapan ilmu mereka, hal ini tidak mengurangi pespektif bahwa Indonesia memiliki potensi SDM yang tidak hanya pintar secara akademisi, namun juga memiliki kecerdasaan yang tinggi.

Dengan adanya polemik mengenai Diaspora Indonesia diluar negeri yang enggan pulang ke Indonesia membuat kami Komisi Kepemudaan PPI DUNIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia se Dunia) mengadakan diskusi bersama Staff Ahli kementrian Luar Negeri bidang Sosial Budaya dan pengembangan Masyarakat di luar negeri yaitu Dewi Wahab, dan juga hadir Akademisi dari perwakilan I4 (ikatan ilmuwan Indonesia internasional dan juga alumni LPDP.

“Saya sangat mengapresiasi forum ini karena satu kesempatan bagi saya sebagai perwakilan dari pemerintah” ujar Dewi, Sabtu (39/5/2020).

Dari konteks kementrian luar negeri tentunya Kemenlu Pusat dengan perwakilannya dimanapun berada memandang PPI Dunia atau diaspora Indonesia diluar negeri secara khusus menjadi mitra kita karena teman teman ini merupakan kepanjangan diplomasi kita.

“Saya melihat bahwa banyak teman teman yang belajar diluar negri memberikan kontribusi buat Indonesiain maka dari itu kontribusi dari semua orang itu sangat dibutuhkan,” tutur Dewi, Staff Ahli Kementrian Luar Negeri bidang Sosial Budaya dan Pengembangan Masyarakat di Luar Negeri.

Saat ini penerima beasiswa LPDP memilik kontrak harus mengabdi atau magang di Indonesia setelah selesai studinya.

Sesimple sebuah pertanyaan apakah bekerja diluar negeri itu adalah bentuk dukungan dan sebuah kontribusi suatu bangsa dan negara, itu juga menjadi suatuperdebatan-perdebatan.

“Karena banyak orang yang berfikir kontribusi dilakukan setelah selesai studi dan pulang ke Indonesia. Nah itu juga tidak salah,” ujar Erbi Alumni LPDP.

Contoh orang – orang yang penelitian diluar negeri apakah itu bentuk kontribusi untuk Indonesia ?, iya ujar Erbi, dan ini berlaku diruang yang berbeda jadi tidak bisa teman teman memahami kontribusi itu adalah  kembali ke Indonesia.

Yang mana kita sebagai alumni bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia dimanapun kita berada yang mana untuk membuat Indonesia naik.

Tapi balik lagi tergantung dengan kondisinya tadi dimana dia mendapat beasiswa sehinngga ia memiliki keterikatan kontrak harus pulang dan ketika ia tidak pulang monggo diliat dasar hukumnya.

Kalo memang di kontraknya harus pulang maka harus mematuhi itu dan jika disuruh untuk berkarya dulu 1 tahun maka harus mematuhi itu.

“Kita harus memperluas sudut pandang kita dengan Berbicara kontribusi tidak hanya berbicara setelah kuliah balik ke Indonesia,” papar Erbi Alumni LPDP.

“Adakah kebijakan mengenai kita harus pulang atau tidak pulang ?,” tanya salah satu alumni LPDP.

Kebijakan itu tidak ada yang tertulis, bahkan dari berbagai teman teman pemerintah mengintrepetasikan dengan berbeda beda. Jadi kalau saya boleh saran, kalau anda terlibat pada perdebatan harus pulang atau tidak menurut saya gak usah terlibat dalam perdebatan itu. Karena perdebatan itu tidak akan pernah selesai dan tergantung dari masing masing.

“Sejujurnya bapak Presiden Jokowi mengatakan bahwa Pulanglah untuk membangun negara,” imbuh Dewi di Webinar PPI Dunia.

Penulis : Fauzan Aziz Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *