18 April 2026

Alami ketekoran Terus menerus, DPRD Rohul akan surati Bupati Mintak Perumda RHJ di Evaluasi

Bagikan..

ARB INdonesia, Rokan Hulu – Lagi – Lagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu melalui Komisi II lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perusahaan Umum Daerah Rokan Hulu Jaya (PERUMDA RHJ) di Ruang Banggar DPRD kab. Rohul Senin (2/6/2025).

Rapat yang membahas terkait persoalan Sewa mobil untuk Dewan Direksi serta Dewan Pengawas PERUMDA RHJ, Neraca Keuangan PERUMDA RHJ, serta Pembahasan Mengenai Kebijakan – Kebijakan yang dianggap kurang koordinatif oleh PERUMDA RHJ dipimpin secara langsung Oleh ketua DPRD kab. Rohul Hj. Sumiartini.

Hadir Ketua DPRD kab. Rohul Hj. Sumiartini, Sekretaris Komisi II Sapran, MPd, anggota komisi II DPRD Rohul Wirandi, S.Ip, serta Anggota Komisi II DPRD Rohul lainnya. Dari pihak PERUMDA RHJ tampak dihadiri Oleh Ketua Dewan Direksi Imran Tambusai, SE. MM, Direksi Keuangan Husni Budiman, SH, serta Direksi pemasaran Fitri.

Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini tampak kesal terhadap PERUMDA RHJ karna tidak mengindahkan masukan dan saran yang disampaikan oleh Pimpinan DPRD Kab. Rohul terkait penyewaan 6 unit mobil untuk Dewan Pengawas serta Dewan Direksi PERUMDA RHJ.

“Dari awal kan sudah saya sampaikan terkait 6 unit mobil dinas ini, tetapi tampaknya mereka tidak mengindahkan saran dan masukan yang kita sampaikan” pungkas Hj. Sumiartini

Ada beberapa Rekomendasi dari Anggota komisi II yang akan kita tindak lanjuti tentunya. Yang pertama anggota komisi II mintak audit anggaran 2025 serta meminta hasil deposito dari 34 M, itu seperti apa ? serta labanya berapa ? Dan sudah itu PI dari migas itu gimana ?

Lebih lanjut Hj. Sumiartini juga menyampaikan bahwa Dirut Imran Tambusai menyampaikan jawaban yang mengambang terkait dari pertanyaan dari anggota Komisi II, maka tadi kita meminta Husni Budiman selaku Direksi keuangan yang menyampaikan.

Dari penyampaian Husni Budiman, ternyata Keuangan PERUMDA RHJ dari bulan 1 sampai bulan 5 tidak ada memberikan Deviden untuk Daerah, malahan PERUMDA RHJ mengalami ketekoran 69 jt per bulan. Kalau ditambah 6 unit mobil, maka akan mempertambah ketekoran dari PERUMDA RHJ itu sendiri. Ini saja untuk menutupi ketekoran yang ada, itu diambillah laba dari deposito 34 M tersebut.

Maka dari itu, saya selaku ketua DPRD, serta komisi II DPRD Kab. Rohul meminta seluruh data dan kontrak terkait itu semua.

Lebih lanjut, Hj sumiartini menyampaikan akan mengeluarkan surat Rekomendasi ke Bupati Rohul selaku pemegang saham tunggal, supaya ini di evaluasi.

“Kita tidak lagi mau hal-hal seperti ini berlanjut, kita juga menyarankan supaya Mobil ini dipulangkan, kalau memang ada mobil, maka kita sarankan 2 unit terlebih dahulu” ucap Hj. Sumiartini.

Kita sebenarnya tidak melarang, tapi kita berharap pihak PERUMDA RHJ menunjukkan prestasi, kalau PERUMDA RHJ berkembang, maka lebih dari itu pun akan kita dukung. tutupnya