Tembilahan, detikriau.org – Air mata memang tak mengembalikan kematian, namun mengihklaskan kasih sayang adalah pekerjaan sulit yang Tuhan pernah ajarkan, dan berdoa merupakan satu-satunya jalan untuk mendekatkan kita kepada-Nya.. agar kita diberikan kemudahan atas semua musibah yang kita alami..
Selamat jalan sahabat kami ……. Suatu hari nanti kami pasti akan menyusul-mu…
Rabu, 4 januari 2017, Aktifis “Masyarakat Peduli Inhil (MPI), TS Suhandri Abdulah, sahabat dan teman seperjuangan kami itu mengakhiri pengabdian.
Tak ada yang bisa terucap sahabat …. Tapi kenangan sepanjang hidupmu akan selalu membekas dihati kami.
Hanya satu kata dalam coretan tanganmu untuk kami yang masih tersisa, “MAAF”.
Sekali lagi selamat jalan dan semoga Tuhan mengampuni segala dosa dan memberikan tempat kembali yang terbaik untuk-mu. /dro







BERITA TERHANGAT
DPRD Inhil Turun ke Pabrik Sambu Group, Industri Kelapa di Bawah Tekanan Berlapis
BPBD Inhil Catat ada 80 Hotspot di Inhil, Kecamatan Gaung Borong 28 Titik
Dugaan Permainan Gelap PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi, Skema Bagi Hasil Dirubah Sepihak